Pemkot Bandung Siapkan Revitalisasi Transportasi untuk Atasi Kemacetan
Sumber Foto: beritatrans.com
Nasional

Pemkot Bandung Siapkan Revitalisasi Transportasi untuk Atasi Kemacetan

(Ilustrasi) Bus Bandros

Bandung (Beritatrans. com) Kota Bandung tidak pernah kehilangan pesona sebagai destinasi wisata, dan pusat kreativitas. Namun di balik geliat ekonomi dan ramainya kunjungan wisatawan, satu persoalan klasik terus membayangi yakni kemacetan.

Baca Juga:

Segera Daftarkan Jadwal Mudik Gratis BUMN 2026, Tersedia Bus, Kereta Api & Kapal Laut

Kini, pemerintah menyiapkan langkah besar membenahi wajah transportasi kota ini secara menyeluruh. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terang-terangan mengakui, potensi besar Kota Bandung belum sepenuhnya optimal karena terbentur persoalan lama seperti sampah dan kemacetan.

Baca Juga:

TMII dan Kemenhub Sepakati Pengembangan Museum Transportasi

Pembenahan transportasi, menjadi kunci penting mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing pariwisata.

Baca Juga:

Banyak yang Penasaran, Masjid Al Jabbar Dipenuhi Lautan Pengunjung

“Ada tiga hal yang akan dilakukan untuk menghadapi kemacetan ini,” kata Farhan, Sabtu 21 Februari 2026.

Langkah pertama yakni menyasar pembenahan infrastruktur. Pemkot menggandeng pemerintah pusat dan provinsi meningkatkan kapasitas, serta kualitas jalan. Dua jalan layang utama telah rampung dibangun pemerintah pusat. Namun, pekerjaan belum selesai.

Enam flyover tambahan di lintasan kereta api masih dibutuhkan, termasuk tiga jembatan penghubung di sekitar Stasiun KCIC Tegalluar dan kawasan Gedebage. Tak hanya itu, kualitas penerangan jalan umum juga menjadi sorotan khususnya di kawasan Jalan Soekarno Hatta wilayah timur yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik krusial kemacetan.

Langkah kedua mengarah pada pemanfaatan teknologi. Pemkot Bandung akan mengoptimalkan sistem Automatic Traffic Control System (ATCS) berbasis kecerdasan buatan, agar pengaturan lalu lintas menjadi lebih adaptif dan efisien. Namun Farhan mengingatkan, penerapan teknologi tersebut bukan perkara sederhana.

“Tidak mudahnya, karena pengadaannya harus betul-betul perencanaan yang sangat baik karena melibatkan tiga organisasi besar, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota,” ucapnya.

Langkah ketiga yang menjadi fondasi jangka panjang yakni membangun sistem transportasi massal yang terintegrasi. Bersama Kementerian Perhubungan dan dukungan Bank Dunia, Pemkot Bandung mendorong pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) koridor timur barat serta studi kelaikan LRT yang dirancang menghubungkan jalur utara selatan.

Skema itu, diproyeksikan menjadi tulang punggung mobilitas warga Kota Bandung di masa depan. Namun Farhan menegaskan, angkutan kota tidak akan ditinggalkan. Justru, angkot akan direvitalisasi dan diarahkan menjadi feeder bagi BRT dan LRT agar tercipta sistem transportasi yang saling terhubung.

Dia juga menyoroti fakta, trayek angkot di Kota Bandung belum mengalami perubahan sejak 1984. Kondisi tersebut, ditambah kualitas kendaraan umum yang dinilai belum laik membuat masyarakat semakin bergantung pada kendaraan pribadi.

“Terus terang, sekarang ini kualitas kendaraan umum dan transportasi umum di Kota Bandung sangat tidak layak,” ujar dia.

Pembenahan transportasi bukan semata soal mengurai kepadatan lalu lintas. Hal itu merupakan upaya membangun ulang kepercayaan warga terhadap transportasi publik, sekaligus memastikan Kota Bandung tetap kompetitif sebagai kota tujuan wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi.

Tags :

Bandung

Transportasi

Bus

Terminal

Farhan