Pemerintah Perkuat Infrastruktur Jalan dan Irigasi untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian
SIDOARJO - Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat infrastruktur daerah melalui skema investasi jalan dan irigasi daerah (IJD) guna mendorong produktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan, pembangunan proyek IJD saat ini telah rampung 100 persen dan diarahkan agar benar-benar memberikan manfaat langsung bagi daerah.
“IJD ini pada dasarnya adalah usaha daerah yang kita dukung karena keterbatasan pendanaan infrastruktur di tingkat daerah. Pemerintah pusat hadir sesuai instruksi Presiden untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur daerah,” ujar Dody Hanggodo kepada wartawan, Sabtu, 7 Februari.
Dia menjelaskan, investasi jalan daerah telah berjalan selama tiga hingga empat tahun dan kini memiliki sistem yang lebih matang, tertutup, serta diawasi oleh aparat penegak hukum.
Sementara itu, investasi irigasi daerah relatif baru sehingga membutuhkan penyempurnaan teknokrasi perencanaan.
“Untuk irigasi daerah, sistemnya masih kami rapikan. Penentuan titik, kebutuhan, dan rencana tahunan harus sangat jelas. Namun secara umum, investasi ini berjalan,” katanya.
Menurutnya, perbaikan jalan dan irigasi akan menurunkan biaya operasional petani, memperlancar distribusi hasil panen, serta berdampak positif terhadap nilai tukar petani (NTP).
“Kalau jalan makin mulus dan irigasi lancar, biaya tanam dan distribusi turun. Ujungnya nilai tukar petani akan naik. Dampaknya mungkin tidak sangat besar, tapi tetap ada,” jelasnya.
Pemerintah juga mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) agar memasukkan dampak investasi jalan dan irigasi daerah dalam penghitungan NTP ke depan.




