Pemerintah Diminta Segera Tanggapi Lonjakan Harga Energi akibat Ketegangan Selat Hormuz
R24/azhar
RIAU24.COM - Anggota Komisi XI DPR RI, Habib Idrus Salim Aljufri menunggu sikap pemerintah dalam menghadapi ketegangan di Selat Hormuz.
Menurutnya, kondisi terkini dapat dijadikan sebagai alarm bagi ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dikutip dari rmol.id, Minggu, 1 Maret 2026.
"Indonesia memang tidak terlibat dalam konflik, tetapi dampak ekonominya bisa menjalar cepat. Ketika harga energi dunia bergejolak, struktur APBN dan stabilitas ekonomi kita ikut terpengaruh," yakinnya.
Lonjakan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan tekanan terhadap subsidi energi.
Serta memicu inflasi melalui kenaikan biaya transportasi dan distribusi, serta memberi tekanan pada nilai tukar rupiah.
"Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak dan produk energi tertentu. Karena itu, setiap kenaikan harga global akan berdampak pada struktur biaya domestik dan pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat," ujarnya.
"Ketika biaya energi meningkat, efeknya berantai. Harga barang dan jasa bisa ikut naik. Pemerintah harus mengantisipasi dampak ini secara komprehensif," tambahnya.
Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.
Kirim Tulisan
[email protected]
Share link:
Terkini
Rabu, 06 Mei 2026
Alasan Dompet Warga Masih Tipis, sementara Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen
Rabu, 06 Mei 2026
Berikut Usulkan Peraturan Baru Penanganan Demo dari Komisi Reformasi
Rabu, 06 Mei 2026
Bawaslu Ungkap Permainan Baru Pelaku Politik Uang
Rabu, 06 Mei 2026
Amien Rais dari Kaca Mata Jubir
Rabu, 06 Mei 2026
Jaksa Saja Belum Yakin dengan Hasil Forensik Ijazah Jokowi
Rabu, 06 Mei 2026
Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026
Rabu, 06 Mei 2026
Wewenang DPR Bukan Memilih Presiden, Tapi...
Rabu, 06 Mei 2026
Tanamkan Cinta Lingkungan, Polisi Sosialisasikan Green Policing di Pesantren
Tampilkan lebih banyak




