Pelatihan Jurnalisme Advokasi Teknokra Unila Tingkatkan Kompetensi Jurnalis Muda
Sumber Foto: rmollampung.id
Hukum

Pelatihan Jurnalisme Advokasi Teknokra Unila Tingkatkan Kompetensi Jurnalis Muda

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi jurnalis muda, Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung (Unila) akan menggelar Pelatihan Jurnalistik Nasional Semai Karya 2025 dengan mengusung tema “Jurnalisme Advokasi.”

Kegiatan ini akan berlangsung di Ruang Sidang Lantai 4 Rektorat Unila pada Senin–Selasa (17–18 November 2025).

Pelatihan yang digelar selama dua hari ini menjadi wadah bagi peserta untuk memahami pentingnya jurnalisme advokasi sebagai sarana menyampaikan pendapat sekaligus bentuk kontrol sosial. Melalui pelatihan ini, peserta akan diajak untuk belajar mengadvokasi isu-isu publik melalui karya jurnalistik.

Ketua Pelaksana, Alfian Wardana (Arsitektur ’23), menjelaskan bahwa kegiatan berskala nasional ini akan mempertemukan berbagai lembaga mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga siswa dalam satu forum pelatihan bersama.

“Awalnya acara direncanakan empat hari, namun kami padatkan menjadi dua hari untuk menyesuaikan waktu para peserta, terutama yang masih aktif kuliah. Harapannya, pelatihan tetap efektif tanpa mengganggu kegiatan akademik,” ujar Alfian.

Ia menambahkan, seluruh kru internal Teknokra turut terlibat dalam persiapan kegiatan, mulai dari tim magang, anggota bottom, middle, hingga top management.

“Semua bagian ikut berperan aktif, dari magang sampai pengurus inti, agar pelatihan ini bisa berjalan maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Pemimpin Umum UKPM Teknokra, Putra Alam Apriliandi (Pendidikan Sejarah ’22), menegaskan bahwa pelatihan jurnalistik advokasi ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan mutu jurnalis muda di Indonesia.

“Selama ini pelatihan jurnalistik hanya bisa dirasakan kalangan tertentu. Kami ingin mengubah paradigma itu dengan menghadirkan pelatihan yang memberi experience, bukan sekadar sertifikat kosong,” tegas Alam.

Ia berharap kegiatan ini dapat memantik semangat jurnalis muda agar lebih independen, berintegritas, dan menjalankan profesinya sesuai kode etik jurnalistik.

“Kami ingin jurnalis muda menjadi penyambung lidah rakyat, yang mampu menulis dan bersuara tanpa memandang latar belakang apa pun. Karena sejatinya, jurnalistik adalah bagian dari ilmu sosial yang membela kepentingan publik,” pungkasnya.