Ruang Press - Pasar energi terbarukan kini resmi melampaui angka 10 triliun dolar AS, menjadikannya sebagai industri terbesar ketiga di dunia, setelah teknologi dan barang/jasa industri. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru dari London Stock Exchange Group (LSEG).
Laporan LSEG menganalisis data dari lebih dari 21.000 perusahaan publik di seluruh dunia, mengukur proporsi pendapatan yang terkait dengan aktivitas ramah lingkungan. Pertumbuhan pendapatan sektor energi terbarukan tercatat sebesar 5,3% pada tahun 2025, menunjukkan laju pertumbuhan tercepat sejak tahun 2022.
Kinerja saham energi terbarukan juga menunjukkan peningkatan signifikan, dengan kelompok saham ini mengungguli pasar secara keseluruhan lebih dari 12,4% dalam 12 bulan terakhir. Sejak tahun 2008, saham energi bersih tumbuh 133% lebih cepat daripada saham global, mencerminkan kepercayaan investor terhadap profitabilitas jangka panjang sektor ini.
Temuan penting lainnya adalah pergeseran struktur keuntungan di mana perusahaan yang lebih dari setengah pendapatannya berasal dari aktivitas ramah lingkungan memiliki margin keuntungan 2 hingga 4 poin persentase lebih tinggi dibandingkan pesaing yang tidak ramah lingkungan. Hal ini menantang anggapan bahwa keberlanjutan harus mengorbankan keuntungan finansial, melainkan menunjukkan bahwa model bisnis ramah lingkungan dapat menjadi keunggulan kompetitif.
Keamanan energi kini menjadi pendorong utama dalam investasi energi terbarukan. Guncangan pasar minyak dan gas serta volatilitas harga bahan bakar fosil mendorong negara-negara untuk mencari alternatif energi yang lebih stabil. Energi terbarukan dipandang sebagai bentuk ‘asuransi’ terhadap risiko geopolitik dan ekonomi, mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan bahan bakar yang kompleks.
Meskipun pencapaian pasar energi terbarukan yang melampaui 10 triliun dolar AS tidak berarti akhir dari era bahan bakar fosil, hal ini menandakan titik balik penting. Dengan proyeksi pertumbuhan permintaan listrik yang terus meningkat, sektor ini menjanjikan pengembalian yang stabil dan menjadi lahan subur untuk strategi investasi jangka panjang.