OpenAI Perkuat Infrastruktur AI dengan Akuisisi Cerebras Senilai Rp168 Triliun
Sumber Foto: VOI.id
Teknologi

OpenAI Perkuat Infrastruktur AI dengan Akuisisi Cerebras Senilai Rp168 Triliun

JAKARTA – OpenAI mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan multi-tahun dengan Cerebras, perusahaan pembuat chip Kecerdasan Buatan (AI), untuk memperkuat infrastruktur cloud atau komputasinya.

Kesepakatan yang bernilai lebih dari 10 miliar dolar AS (Rp168 triliun) ini akan memasok daya komputasi sebesar 750 megawatt hingga tahun 2028. Melalui kemitraan ini, OpenAI ingin mempercepat waktu respons layanannya bagi pengguna di seluruh dunia.

Menurut OpenAI, sistem dari Cerebras mampu memproses instruksi yang kompleks. Dengan begitu, eksekusi yang sebelumnya memerlukan waktu cukup lama bisa dipermudah menjadi lebih instan.

Cerebras menggunakan teknologi chip AI khusus yang diklaim memiliki kecepatan pemrosesan lebih tinggi dibandingkan sistem berbasis GPU biasa. Perusahaan ini telah mencuri perhatian industri teknologi global sejak ChatGPT populer pada akhir 2022.

CEO OpenAI, Sam Altman, sudah lama menjadi investor di Cerebras sebelum kesepakatan besar ini diumumkan. Langkah strategis ini dapat memperkuat posisi OpenAI dalam memimpin persaingan teknologi AI.

"Cerebras menambahkan solusi inferensi latensi rendah khusus ke platform kami yang berarti respons lebih cepat dan interaksi lebih alami,” ujar Sachin Katti dari OpenAI, melansir dari TechCrunch pada Kamis, 15 Januari.

Integrasi daya komputasi Cerebras akan dimulai secara bertahap mulai tahun ini untuk mendukung beban kerja skala besar. Dukungan ini akan memperkuat fondasi OpenAI sehingga skala layanan AI-nya juga bisa semakin besar.