Nanik S Deyang: Dari Jurnalis ke Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
Sumber Foto: blokTuban.com
Ruang Redaksi

Nanik S Deyang: Dari Jurnalis ke Wakil Kepala Badan Gizi Nasional

Nanik Sudaryati Deyang, atau yang lebih dikenal dengan Nanik S Deyang, resmi dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 17 September 2025, di Istana Negara. Pelantikan ini menandai langkah signifikan bagi Nanik, yang merupakan salah satu jurnalis senior yang kini beralih ke posisi strategis di pemerintahan.

Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968 ini memulai karirnya di dunia jurnalistik. Nanik pernah bekerja di Tabloid Bangkit yang berada di bawah Kompas Gramedia, sebelum akhirnya menjabat sebagai pemimpin di Kelompok Media Peluang (KMP). Selama berkarir di dunia media, ia dikenal sebagai sosok yang kritis dan berani dalam mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, sosial, hingga ekonomi.

Pencapaian Nanik tidak berhenti di dunia jurnalistik. Ia juga mencatatkan lompatan besar dalam karirnya dengan masuk ke jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis di sektor migas. Penunjukan Nanik dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Pertamina pada 12 Juni 2025 menjadi salah satu sorotan publik, mengingat jarangnya mantan wartawan yang terlibat langsung di lingkaran strategis BUMN energi sebesar Pertamina.

Kedekatan Nanik dengan Presiden Prabowo Subianto bukanlah hal baru. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur pada Pilpres 2019. Hubungan ini terus terjalin hingga masa pemerintahan saat ini, yang juga ditandai dengan pelantikannya sebagai Wakil I Badan Pengentasan Kemiskinan untuk periode 2024–2029, jabatan yang ia emban bersamaan dengan tugas barunya di BGN.

Perjalanan karir Nanik S Deyang mencerminkan dedikasinya yang tinggi dan kemampuannya untuk beradaptasi di berbagai bidang. Dari ruang redaksi ke panggung politik, dan kini ke kursi pemerintahan, ia menunjukkan bahwa pengalaman dan jejaring yang dibangun selama ini dapat menjadi modal penting dalam memberikan kontribusi bagi bangsa.