Nadia Sarah Gagas Gerakan #HeartToMove untuk Lawan Penyakit Jantung
Ruang Press - A-AA+
MAMUJU – Dunia kecantikan dan advokasi sosial kembali menyambut sosok inspiratif dari tanah Sulawesi Barat bernama lengkap Nadia Sarah Annisa.
Gadis cantik berusia 23 tahun ini muncul sebagai perwakilan Puteri Indonesia Sulawesi Barat 2 2026 dengan membawa misi yang sangat khusus dan mendalam.
Perempuan kelahiran Majene ini merupakan lulusan Sarjana Hukum dari kelas internasional atau IUP Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat kelulusan Cumlaude - membuktikan bahwa kecerdasan intelektual berjalan selaras dengan pesona fisiknya.
Anak kedua dari dua bersaudara ini juga memiliki kecintaan yang besar terhadap gaya hidup sehat yang tercermin dari deretan hobinya mulai dari lari hingga yoga.
Nadia menceritakan bahwa dirinya sangat menikmati aktivitas fisik seperti pilates dan padel di sela kesibukannya melakukan kegiatan sukarela sebagai bentuk kepedulian sosial.
elalui akun media sosial Instagram pribadinya yaitu @nadiasarah_ ia kerap membagikan momen kesehariannya yang aktif untuk menginspirasi para pengikut agar mulai memperhatikan kesehatan tubuh sejak dini.
Rekam Jejak Prestasi di Lintasan Marathon
Ketekunan Nadia dalam dunia olahraga bukan sekadar hobi melainkan sebuah pencapaian yang nyata dan teruji di berbagai ajang internasional maupun nasional.
Dalam hal ini dirinya tercatat sebagai finisher dalam ajang Paris Marathon 2025 yang merupakan salah satu prestasi prestisius bagi seorang pelari tingkat dunia.
Selain itu ia juga berhasil menyelesaikan tantangan lari di Borobudur Marathon 2024 serta Pocari Sweat Run Bandung 2025 dalam kategori Half Marathon yang menunjukkan konsistensi dan daya tahan fisiknya yang luar biasa.
Seluruh pengalaman di lintasan lari tersebut ia transformasikan menjadi sebuah gerakan nyata yang ia beri nama Langkah Nadia untuk Jantung atau #HeartToMove.
"Gerakan ini melibatkan partisipasi aktif dalam perayaan Hari Jantung Sedunia bersama Yayasan Jantung Indonesia serta kolaborasi dengan Indonesia Youth Volunteer Association," ujarnya kepada TIMES Indonesia, Sabtu (28/3/2026).
Ia juga turun langsung ke masyarakat mulai dari mengedukasi perilaku hidup sehat di Taman Baca Amalia hingga mengunjungi Panti Yatim Dhuafa Hidayatullah Depok untuk memperkenalkan budaya Sulawesi Barat melalui kegiatan membatik.
Misi Kemanusiaan dan Dukungan dari Tanah Kelahiran
Secara khusus Nadia menyadari bahwa penyakit jantung masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia termasuk bagi generasi muda yang kini mulai rentan akibat pola hidup sedentary.
Dia berpendapat bahwa upaya pencegahan penyakit ini sebenarnya sangat mudah dan terjangkau hanya dengan meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk berolahraga.
"Sebagai Puteri Indonesia Sulawesi Barat 2 2026 saya ingin menjadi representasi wanita Mandar yang sehat dan berbudaya yang mampu menggerakkan perubahan positif di masyarakat luas," ungkapnya menegaskan.
Kemudian lebih lanjut pada akhirnya dukungan terus mengalir deras dari Pemerintah Daerah Sulawesi Barat yang memberikan semangat penuh untuk langkahnya di ajang nasional.
Dikatakan Nadia, di mana dia menyampaikan rasa harunya saat Gubernur Sulawesi Barat memberikan motivasi langsung bahkan membuat video khusus sebagai bentuk dukungan terhadap advokasinya.
Perjalanannya pun semakin bermakna ketika ia mengunjungi Bupati Mamuju serta mendapatkan wejangan mengenai nilai luhur budaya lokal dari Bupati Majene yang merupakan tempat kelahiran kedua orang tuanya.
Kekuatan Keluarga dan Jaringan Pertemanan
Di balik setiap langkah besar yang diambilnya terdapat dukungan tanpa henti dari orang tua dan keluarga besar yang tersebar di wilayah Majene hingga Mamuju.
Selama masa persiapan menuju ajang Puteri Indonesia keluarga besarnya menjadi pilar utama yang terus memberikan semangat dan nilai-nilai luhur suku Mandar sebagai bekal mentalnya.
Tidak hanya keluarga teman-teman dekat Nadia juga berperan aktif dalam membantu menyebarkan pesan advokasinya secara langsung maupun melalui media sosial.




