Mikoto Dapat Visa Schengen Lima Tahun, Namun Posisi Midlane Masih Terancam
Kabar mengejutkan datang dari organisasi esports Eropa, Aurora. Tim tersebut mengumumkan keberhasilan besar dalam mengurus dokumen penting bagi midlaner asal Indonesia, Rafliay Fatur alias Mikoto.
Pendiri Aurora, Valeriy “ L3rich ” Kharitonov, mengungkapkan bahwa tim berhasil mengamankan visa Schengen berdurasi lima tahun untuk sang pemain. Sebuah pencapaian yang disebutnya sebagai kesuksesan luar biasa bagi klub.
Visa untuk ESL One dan PGL Wallachia
Dalam sebuah podcast di Twitch, L3rich menjelaskan bahwa awalnya visa tersebut dibuat untuk kebutuhan partisipasi di ESL One Birmingham 2026. Tak lama setelah itu, dokumen tambahan juga keluar untuk keikutsertaan di PGL Wallachia.
Yang mengejutkan, Mikoto justru mendapatkan visa Schengen dengan masa berlaku lima tahun. Hal ini tergolong langka, mengingat proses pengajuan visa jangka panjang ke Uni Eropa dikenal cukup sulit, terutama bagi atlet esports non-Eropa.
Dengan visa tersebut, secara teori Mikoto tidak perlu lagi khawatir soal kendala administrasi untuk turnamen-turnamen Eropa dalam beberapa tahun ke depan. Namun, satu tantangan yang masih tersisa adalah logistik perjalanan dari Asia ke Eropa yang tetap membutuhkan koordinasi matang.
Rekor Dunia Dota 2 Bersama Lorenof
Sebelum dokumen visa ini beres, Mikoto sempat absen di beberapa turnamen karena masalah administrasi. Dalam dua kesempatan berbeda, posisinya digantikan oleh Artem “Lorenof” Melnyk.
Menariknya, bersama Lorenof sebagai stand-in, Aurora justru mencetak rekor fenomenal di scene kompetitif Dota 2. Mereka berhasil meraih 22 kemenangan beruntun — sebuah rekor baru di ranah profesional Dota 2.
Performa impresif ini membuat sebagian komunitas berspekulasi bahwa manajemen mungkin mempertimbangkan perubahan permanen di posisi midlane.
DreamLeague S28 dan Spekulasi Roster
Terbaru, berdasarkan pendaftaran tim di Liquipedia, Aurora kembali menggunakan Lorenof sebagai midlaner di DreamLeague Season 28. Turnamen ini bahkan digelar secara online, sehingga absennya Mikoto tidak lagi berkaitan dengan masalah visa.
Fakta bahwa ini adalah turnamen ketiga di mana Lorenof menggantikan Mikoto semakin memicu rumor bahwa Aurora tengah mempertimbangkan perombakan roster. Meski demikian, kapten tim sebelumnya menyatakan belum ada pembicaraan resmi mengenai perubahan susunan pemain — walau ia juga tidak menutup kemungkinan reshuffle di masa depan.
Alasan Mikoto Tinggalkan Talon Esports
Dalam wawancara bersama OFFSTAGE, Mikoto mengungkapkan bahwa awalnya ia berencana tetap bersama Talon Esports. Namun keinginan untuk mencoba tantangan baru di region berbeda akhirnya membuatnya mengambil keputusan besar.
Ia mengaku sudah lama ingin merasakan atmosfer kompetisi di wilayah lain, khususnya Eropa. Ketika rekan-rekannya juga memilih hengkang, transisi penuh ke tim baru pun terjadi.
Kini, Mikoto resmi berkarier di region Eropa bersama Aurora dan mulai menunjukkan performa yang cukup menjanjikan. Meski begitu, para analis menilai tim masih membutuhkan waktu untuk membangun chemistry dan komunikasi optimal dalam roster baru.
Masa Depan Mikoto: Aman atau Terancam?
Secara administratif, masa depan Mikoto di Eropa kini jauh lebih aman berkat visa Schengen lima tahun. Namun dari sisi kompetitif, situasinya belum sepenuhnya stabil.
Performa gemilang Lorenof serta rekor kemenangan beruntun Aurora menjadi faktor penting yang bisa memengaruhi keputusan manajemen. Apakah Aurora akan mempertahankan komposisi sukses tersebut, atau tetap memberi kesempatan penuh pada Mikoto untuk membuktikan diri?
Yang jelas, dengan kendala visa yang kini terselesaikan, fokus utama Mikoto ke depan sepenuhnya berada di performa dalam server. Jika ia mampu tampil konsisten dan menyatu dengan tim, bukan tidak mungkin ia akan menjadi bagian penting perjalanan panjang Aurora di panggung internasional.




