Ruang Press - Meta Platforms berencana memasuki pasar cloud computing dengan memanfaatkan kelebihan kapasitas komputasi kecerdasan buatan (AI) miliknya untuk dijual kepada pelanggan eksternal.
Langkah ini diambil setelah Meta mengidentifikasi bahwa investasi besar dalam infrastruktur AI dan pusat data melebihi kebutuhan internal, sehingga menyewakan kapasitas yang tidak terpakai menjadi opsi yang menarik.
Meta menantang tiga pemain utama dalam pasar cloud infrastructure saat ini, yaitu Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud. Rencana ini juga mencakup dua model bisnis yang sedang dipertimbangkan: layanan berbasis model (PaaS) yang akan memberikan akses kepada pengembang untuk menggunakan model AI terbaru dan kapasitas komputasi murni untuk menyewakan sisa performa dan cip (GPU) secara langsung.
Proyek internal yang dinamakan 'Meta Compute' telah memicu lonjakan nilai saham Meta lebih dari 6% dalam sesi perdagangan pra-pasar, menunjukkan minat investor terhadap rencana ini.