Menteri Ekraf Apresiasi Film Meja Tanpa Laci Angkat Isu Kejujuran
Ruang Press - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi film Meja Tanpa Laci yang mengangkat isu kejujuran dan integritas di tengah praktik korupsi. Film ini terinspirasi dari program inovatif anti-korupsi yang dikembangkan oleh Andi Sri Ulva Baso, peraih Hoegeng Awards 2025.
Awal Kejadian
Film Meja Tanpa Laci mengisahkan Dipa, seorang polisi muda yang berjuang mempertahankan integritasnya di tengah sistem yang penuh dengan praktik suap. Dalam penyelidikan atas hilangnya seorang pemuda, ia menemukan keterkaitan dengan jaringan narkoba yang beroperasi di balik distribusi sembako.
Perkembangan
Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa bioskop saat ini lebih mengutamakan film komersial, sehingga promosi film ini perlu dimaksimalkan agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Ia menegaskan kesiapan untuk berkolaborasi dalam mendukung ekosistem film tersebut. Produser film, Deden Ridwan, menjelaskan bahwa tujuan film adalah menyampaikan narasi positif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, menunjukkan bahwa orang baik masih ada di negeri ini.
Kondisi Terakhir
Kementerian Ekraf menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari upaya memperkuat industri film Indonesia. Diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dapat memperluas distribusi, meningkatkan kualitas produksi, serta menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Pertemuan juga dihadiri oleh para pelaku industri film, termasuk Produser Eksekutif Riki Handayani dan Sutradara Ody C. Harahap.




