Menpora Erick Thohir Ultimatum Federasi Cabor untuk Selesaikan Dualisme
Sumber Foto: CNN Indonesia
Meja Pers

Menpora Erick Thohir Ultimatum Federasi Cabor untuk Selesaikan Dualisme

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan ultimatum kepada sejumlah federasi cabang olahraga (cabor) di Indonesia yang mengalami dualisme. Peringatan tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait SEA Games 2025 pada Kamis, 16 Oktober 2023.

Erick Thohir menegaskan bahwa ia ingin masalah dualisme ini diselesaikan dalam waktu tiga bulan. "Saya minta dalam waktu tiga bulan isu dualisme sudah tidak ada lagi. Sehingga Januari kalau masih ada, kalau ada musyawarah dan mufakat sudah diberikan, nanti Januari kami ambil posisi," ujarnya.

Menpora menekankan pentingnya penyelesaian masalah dualisme agar tidak mengganggu agenda olahraga nasional, termasuk PON, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. "Kalau sudah benar, kami bisa konsolidasi desain besar olahraga. Setelah itu baru bisa ngomong soal PON, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade akan seperti apa," tambahnya.

Cabang Olahraga dengan Masalah Dualisme

Beberapa cabang olahraga di Indonesia diketahui memiliki lebih dari satu federasi, di antaranya:

  • Tenis Meja: Konflik di cabang olahraga ini telah berlangsung sejak 2013, dengan dua federasi yang mengklaim sebagai yang resmi, yaitu PP PTMSI dan PB PTMSI. Selain itu, Indonesia Pingpong League (IPL) juga muncul sebagai federasi yang diakui oleh Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) pada tahun 2025.
  • Tinju: Dualisme di cabang tinju terjadi antara Persatuan Tinju Amatir (Pertina) dan Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati). Saat ini, NOC Indonesia hanya mengakui Perbati sebagai organisasi resmi, sementara Pertina masih diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
  • Berkuda: PP Pengurus Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) mengalami dualisme kepemimpinan antara kubu Triwatty Marciano dan Aryo Djojohadikusumo pada tahun 2024.
  • Sepak Takraw: Federasi sepak takraw terbelah antara PB Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) pimpinan Asnawi Abdul Rahman dan Forum Olahraga Sepak Takrawi Indonesia (Fostina), dengan konflik yang terjadi sejak tahun 2021.

Dengan adanya ultimatum ini, diharapkan federasi-federasi cabor dapat segera menyelesaikan permasalahan dualisme demi kemajuan olahraga Indonesia.