Menko Polkam Dorong Kostrad Tingkatkan Kesiapan Tempur Tanpa Toleransi
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan atau Menko Polkam Djamari Chaniago menyampaikan pasukan Kostrad agar memperkuat kemampuan tempur sebagai ujung tombak pertahanan darat.
Sebab, Kostrad merupakan pasukan yang memegang peran penting dalam menjalankan tugas pengamanan dan penyerangan.
“Kostrad adalah pasukan strategis yang digerakkan saat negara berada dalam kondisi genting," kata Djamari saat mengunjungi Divisi Infanteri 2 Kostrad di Markas Brigif 18/Trisula, Malang, Jawa Timur, dikutip dari Antara, Selasa (17/2/2026).
"Pasukan elite dibentuk dan dilatih setiap hari, bukan saat menjelang adanya operasi. Tidak ada toleransi untuk kelalaian sekecil apa pun."
Apalagi, lanjut Djamari, Kostrad merupakan pasukan pemukul strategis yang digerakkan saat negara menghadapi situasi kritis.
Atas dasar itu, Djamari meminta Brigif 18/Trisula sebagai bagian dari kekuatan inti Kostrad selalu siap tempur, bergerak cepat, dan memiliki daya gempur tinggi.
Lebih lanjut, Djamari juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang kompeten dan berkarakter di Kostrad. Djamari mendorong, pemimpin Kostrad mampu memahami kemampuan bawahannya dan terus mendorong peningkatan kapasitas satuan.
"Pasukan elite ditandai oleh pemimpin yang hadir di depan, bukan di belakang. Rantai komando harus tegas, jelas, dan dihormati seluruh anggota satuan," kata Djamari.
“Kualitas satuan sangat ditentukan oleh kualitas para perwira yang memimpinnya.”




