Masjid Sebagai Pusat Toleransi dan Pemberdayaan Masyarakat di Maguwoharjo
Sumber Foto: InfoPublik
Sosial

Masjid Sebagai Pusat Toleransi dan Pemberdayaan Masyarakat di Maguwoharjo

Pj Lurah Maguwoharjo: Masjid Harus Jadi Ruang Perkuat Toleransi

: Penjabat Lurah Maguwoharjo, Isti Fajaroh berpesan agar masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi, sarana pemecahan persoalan sosial, dan pusat pemberdayaan masyarakat dalam safari tarawih keliling di Masjid Al-Huda, Padukuhan Denokan, Selasa (24/2/2026).

Oleh MC KAB SLEMAN, Rabu, 25 Februari 2026 | 13:35 WIB - Redaktur: Eko Budiono - 149

Sleman, InfoPublik - Pemerintah Kapanewon Depok menggelar safari tarawih keliling tingkat kapanewon di Masjid Al-Huda, Padukuhan Denokan, Kalurahan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan rutin bulan Ramadan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus media penyampaian program pembangunan.

Penjabat (Pj) Lurah Maguwoharjo, Isti Fajaroh, menyampaikan sambutan Panewu Depok, Djoko Muljanto, yang berhalangan hadir karena tugas pengawalan aksi massa di Markas Polda DIY. Dalam sambutannya, Panewu Depok berpesan agar masyarakat bersama-sama memakmurkan masjid di wilayah Kapanewon Depok tanpa membedakan latar belakang organisasi kemasyarakatan, usia, maupun gender.

"Beliau memohon izin belum dapat hadir secara langsung dan menitipkan pesan agar seluruh masyarakat bersama-sama memakmurkan masjid di wilayah Kapanewon Depok tanpa memandang organisasi kemasyarakatan, usia, maupun gender," ujar Isti di hadapan jamaah tarawih.

Panewu Depok menekankan bahwa masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi, sarana pemecahan persoalan sosial, dan pusat pemberdayaan masyarakat. Masjid diharapkan mampu menjadi simpul penguatan nilai kebersamaan di tengah dinamika pertumbuhan wilayah yang semakin pesat.

Djoko Muljanto juga menyoroti keterbatasan ruang bermain anak di wilayah Kapanewon Depok.

Saat ini, ruang terbuka yang tersedia sebagian besar berada di halaman dan serambi masjid. Untuk itu, takmir masjid diharapkan membuka ruang sebagai masjid ramah anak yang mendukung pendidikan karakter sejak dini.

"Masjid dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar nilai-nilai kebaikan, disiplin, dan kebersamaan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Isti Fajaroh menyampaikan bahwa dirinya dipercaya menjabat sebagai Penjabat Lurah Maguwoharjo sejak 8 Desember 2025. Ia memohon doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat agar dapat menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Isti memaparkan bahwa Maguwoharjo merupakan wilayah heterogen dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang pesat. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah penduduk Maguwoharjo tercatat lebih dari 38 ribu jiwa.

Kondisi tersebut menghadirkan dampak positif berupa meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi, sekaligus tantangan dalam menjaga ketertiban, kerukunan, dan kualitas layanan publik.

Menurutnya, masjid memiliki peran strategis sebagai ruang yang merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Masjid juga diharapkan menjadi ruang penguatan kerukunan antarumat beragama serta memperkokoh nilai toleransi di tengah masyarakat majemuk.

"Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo berkomitmen merangkul seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan bermartabat, serta tetap berpegang pada kepercayaan agama masing-masing," tegas Isti.

Kegiatan safari tarawih keliling itu merupakan agenda rutin Pemerintah Kapanewon Depok setiap bulan Ramadan untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat, ruang interaksi sosial, serta wahana pemberdayaan masyarakat di tingkat kalurahan.(Athiful/KIM Depok)

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber infopublik.id