Laba Bersih Wilmar Naik 38% di Semester II 2025 Didukung Segmen Industri
Ruang Press - Emiten Sawit
InfoSAWIT, SINGAPURA – Wilmar International Limited mencatatkan kinerja positif pada paruh kedua 2025. Perusahaan agribisnis terkemuka di Asia ini membukukan kenaikan laba bersih inti sebesar 24% menjadi US$693,9 juta pada semester II 2025 (2H2025), dibandingkan US$558,2 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut terutama ditopang performa kuat segmen Feed & Industrial Products, serta kontribusi lebih tinggi dari perusahaan patungan dan entitas asosiasi, khususnya investasi Wilmar di Tiongkok.
Ditopang Keuntungan Non-Operasional
Selain pertumbuhan operasional, Wilmar juga mencatat keuntungan non-operasional signifikan. Perseroan mengakui laba sebesar US$1,14 miliar dari pengukuran kembali perubahan kepemilikan saham pada entitas asosiasinya, AWL Agri Business Limited.
BACA JUGA: Kementan Dorong Hilirisasi, Sawit Diproyeksi Perkuat Ekonomi dari Hulu ke Hilir
Namun demikian, keuntungan tersebut sebagian dikompensasi oleh pembayaran kompensasi dan pembentukan provisi atas operasional di Indonesia, serta pencadangan terkait dua kasus hukum yang masih berjalan di Tiongkok (kasus Guangzhou dan Dongguan) sebagaimana diumumkan oleh anak usaha Wilmar yang dimiliki 89,99%, Yihai Kerry Arawana Holdings Co. Ltd.
Wilmar juga melakukan pencadangan kerugian atas perusahaan asosiasinya di Pakistan menyusul ditemukannya persoalan dalam laporan keuangan yang berdampak pada likuiditas dan memunculkan keraguan atas kelangsungan usaha entitas tersebut. Secara bersih, penyesuaian non-inti satu kali ini menghasilkan tambahan keuntungan sebesar US$103,8 juta.
Dengan memperhitungkan keuntungan non-operasional tersebut, laba bersih Wilmar pada 2H2025 meningkat 38% menjadi US$815,9 juta, dibandingkan US$590,2 juta pada 2H2024.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 27 Februari – 5 Maret 2026 Turun Rp. 22,71 per Kg
Untuk tahun buku penuh 2025 (FY2025), laba bersih inti meningkat 10% menjadi US$1,28 miliar dari US$1,16 miliar pada FY2024. Sementara itu, laba bersih tumbuh 21% menjadi US$1,41 miliar dibandingkan US$1,17 miliar pada tahun sebelumnya.
Segmen Perkebunan dan Gula Tertekan
Di sisi lain, segmen Plantation and Sugar Milling mencatat penurunan laba sebelum pajak sebesar 28% menjadi US$154,5 juta pada 2H2025, dibandingkan US$215,3 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Dilansir keterangan resmi perusahaan diterima InfoSAWIT, Sabtu (28/2/2206), penurunan ini dipicu melemahnya kinerja bisnis perkebunan sawit dan penggilingan gula. Harga minyak sawit yang lebih rendah pada akhir FY2025 menyebabkan kerugian dari perubahan nilai wajar aset biologis yang diakui pada semester II.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Pada Kamis (26/2), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Masih Lesu
Produksi tandan buah segar (TBS) juga turun 8% menjadi 1.996.961 metrik ton pada 2H2025, dari 2.162.031 metrik ton pada 2H2024, akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung di Indonesia.
Sementara itu, bisnis gula menghadapi tekanan dari penurunan harga gula global serta penurunan volume penjualan sebesar 4% menjadi 2,2 juta metrik ton, dibandingkan 2,3 juta metrik ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laman berikutnya
Dibaca : 9,433
Halaman: 1 2
Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.
Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News
Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke [email protected]
Ditag Berita Sawit Emiten Sawit perkebunan sawit Perusahaan Minyak Sawit Sawit Wilmar
Berita Sawit Terkait
Surplus Neraca Dagang RI Berlanjut 72 Bulan, Produk Sawit Sumbang Devisa Terbesar
Danantara Pastikan Ekspor Komoditas Strategis Tetap Lancar, Fokus Awasi Praktik Under-Invoicing
GAPKI Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Sawit untuk Dukung Industri Berkelanjutan
UMM dan Bumitama Gunajaya Agro Perkuat Link and Match, Siapkan Talenta Muda Sawit Siap Kerja
SPKS Desak Pemerintah Pertahankan Harga MINYAKITA, Usulkan Dana BPDP Digunakan untuk Menahan Kenaikan
Anggota DPR Desak Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Diusut Pidana, Praktik Under Invoicing Disorot
HIP Biodiesel Juni 2026 Naik Jadi Rp14.643 per Liter
Kubu Raya Deklarasikan Sawit Bebas Pekerja Anak, Pemkab Dorong CSR Tepat Sasaran
HET MINYAKITA Akan Disesuaikan, Pemerintah Tunggu Perkembangan Harga CPO
BGA Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Tengah Hadapi Musim Kemarau 2026
Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Manipulasi Data Ekspor Sawit, Kantor PT MMS Digeledah
Petani Sawit Angkola Selatan Keluhkan Harga TBS Rp2.550/Kg, Minta Keadilan Sesuai Permentan No. 13 Tahun 2024
Navigasi pos
Berita Sebelumnya Tumpukan Cangkang Sawit Menggunung di Sekadau, Legalitas PT TBMS Dipertanyakan
Berita Selanjutnya Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Jumat (27/2), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat
Berita Sawit Lainnya
Surplus Neraca Dagang RI Berlanjut 72 Bulan, Produk Sawit Sumbang Devisa Terbesar
Danantara Pastikan Ekspor Komoditas Strategis Tetap Lancar, Fokus Awasi Praktik Under-Invoicing
PP 24 Ekspor SDA: Ketika Devisa Negara Berhadapan dengan Kepercayaan Pasar dan Nasib Petani Sawit
GAPKI Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Sawit untuk Dukung Industri Berkelanjutan
UMM dan Bumitama Gunajaya Agro Perkuat Link and Match, Siapkan Talenta Muda Sawit Siap Kerja
Harga TBS Sawit Jambi Periode 5-11 Juni 2026 Naik Rp137,45/Kg
SPKS Desak Pemerintah Pertahankan Harga MINYAKITA, Usulkan Dana BPDP Digunakan untuk Menahan Kenaikan
Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Jumat (5/6), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Lesu
Sawit Itu Hemat Air — Lalu Kenapa Sungai Kita Makin Parah?
Anggota DPR Desak Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Diusut Pidana, Praktik Under Invoicing Disorot
HIP Biodiesel Juni 2026 Naik Jadi Rp14.643 per Liter
Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Kamis (4/6), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah
Kubu Raya Deklarasikan Sawit Bebas Pekerja Anak, Pemkab Dorong CSR Tepat Sasaran
HET MINYAKITA Akan Disesuaikan, Pemerintah Tunggu Perkembangan Harga CPO
Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Mei 2026 Turun Rp15,86 per Kg




