Kunjungan Edukatif Santri Dayah Samudera Pasai Madani ke Redaksi Serambi Indonesia
Puluhan santri dari Dayah Samudera Pasai Madani di Ajun, Aceh Besar, melakukan kunjungan edukatif ke redaksi Harian Serambi Indonesia pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang dunia jurnalistik serta proses produksi berita kepada para santri.
Selama kunjungan, para santri diberikan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana berita diproduksi. Mereka menyaksikan proses pengolahan informasi di ruang redaksi hingga tahap percetakan surat kabar dan penyebaran berita secara online.
Antusiasme para santri terlihat jelas saat mereka diperkenalkan dengan transformasi media dari platform cetak menjadi digital. Penjelasan mengenai penyiaran berita melalui radio, kanal YouTube, dan media sosial juga disampaikan. Agus Ramadhan, jurnalis Serambi Indonesia, menjelaskan alur produksi berita, mulai dari peliputan, penulisan, penyuntingan, hingga distribusi informasi.
"Banyak proses yang dilalui sebelum kalian membaca selembar koran di pagi hari," kata Agus sambil mendampingi peserta dari ruang redaksi menuju ruang percetakan.
Agus menambahkan bahwa Serambi Indonesia terus berupaya untuk bertransformasi menjadi media multiplatform agar informasi dapat diakses oleh masyarakat secara lebih luas dan cepat melalui berbagai kanal digital.
Setelah mendapatkan penjelasan, para santri diajak berkeliling untuk melihat proses penyiaran di Studio Serambinews, serta mesin percetakan koran.
Koordinator ekstrakurikuler Dayah Samudera Pasai Madani, Ustadz Iqbal Aziz SPd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program ekstrakurikuler jurnalistik yang dikembangkan di lingkungan dayah. "Kunjungan ini adalah bagian dari kegiatan ekstrakurikuler kelas jurnalistik yang menjadi salah satu bidang ekstrakurikuler di dayah Samudera Pasai Madani," ujarnya.
Ustadz Iqbal menekankan bahwa pengembangan kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk meningkatkan kemampuan soft skill para santri dan santri wati, seiring dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. "Di era sekarang ini, para santri dan santri wati dituntut untuk memiliki soft skill agar mereka memiliki nilai lebih selain kemampuan akademik," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Samudera Pasai Madani menegaskan bahwa pihak dayah berupaya membentuk santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi dan keterampilan di bidang lain.




