Krisis Energi Global Terancam Akibat Rencana Blokade Houthi di Laut Merah
Internasional

Krisis Energi Global Terancam Akibat Rencana Blokade Houthi di Laut Merah

Ruang Press - Kelompok Houthi di Yaman mengumumkan rencana blokade maritim terhadap Arab Saudi, yang berpotensi memperburuk pasokan energi global. Ancaman ini muncul di tengah gangguan distribusi minyak dunia akibat konflik di Selat Hormuz.

Awal Kejadian

Kelompok Houthi telah berperang melawan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi selama lebih dari satu dekade. Meskipun gencatan senjata yang dimulai pada 2022 relatif bertahan, ketegangan meningkat setelah serangan pemerintah Yaman ke Bandara Sanaa. Houthi menuduh Arab Saudi berada di balik serangan tersebut dan membalasnya dengan serangan rudal ke Bandara Abha di wilayah barat daya Saudi.

Perkembangan

Houthi memperingatkan bahwa jika ketegangan terus berlanjut, Selat Bab el-Mandeb akan ditutup. Posisi Yaman yang menguasai Selat Bab el-Mandeb, pintu masuk selatan Laut Merah, membuat ancaman ini menjadi perhatian serius. Sejak gangguan di Selat Hormuz, Laut Merah menjadi jalur alternatif utama ekspor minyak dari kawasan Teluk, dengan Arab Saudi mengalihkan lebih dari 70% ekspor minyak mentahnya menuju Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah.

Kondisi Terakhir

Data menunjukkan pengiriman minyak dari Yanbu dalam beberapa pekan terakhir mencapai rata-rata 4 juta barel per hari, meningkat tajam dari sekitar 973.000 barel per hari pada periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, volume minyak yang melintasi Bab el-Mandeb mencapai sekitar 7,4 juta barel per hari pada Juni, menandakan pentingnya jalur ini bagi pasokan energi global. Di tengah ancaman blokade, Arab Saudi juga mempertimbangkan perluasan jaringan pipa minyak menuju Laut Merah untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.

You can share this post!