Konektivitas dan Komputasi Kunci Kedaulatan AI Indonesia
Sumber Foto: VOI.id
Teknologi

Konektivitas dan Komputasi Kunci Kedaulatan AI Indonesia

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengungkapkan konektivitas dan compute atau komputasi merupakan dua pilar utama yang akan membawa Indonesia untuk mencapai kedaulatan kecerdasan buatan (AI).

Dari sisi konektivitas, penetrasi internet di Indonesia sudah berhasil menjangkau lebih dari 80 persen penduduk Tanah Air sepanjang tahun 2025, dengan dominasi koneksi internet 4G sebesar 90 persen.

Meski demikian, Nezar meyakini bahwa pemerintah dan stakeholder terkait seperti perusahaan telekomunikasi masih memiliki PR penting dalam meningkatkan kecepatan internet.

"Kecepatan internet masih harus tidak meningkatkan, memang belum sampai kepada 100 Mbps, masih di sekitar 36,7 Mbps. Namun demikian koneksi internet sudah 80%," kata Nezar di acara Launching Event Empowering Indonesia Report 2025 pada Senin, 27 Oktober.

Ia berharap, dalam 5 tahun ke depan Indonesia dapat bersanding dengan negara-negara tetangga yang sudah memiliki kecepatan internet yang mencapai 100 Mbps dan juga jaringan 5G yang lebih luas.

Sedangkan dari sisi komputasi, Nezar menjelaskan bahwa penguatan komputasi tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur data center yang AI-ready, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia digital.

Sementara untuk SDM, Ia mencontohkan bagaimana negara seperti China mampu mengimbangi keterbatasan daya komputasi melalui inovasi matematis dan algoritmik dari talenta-talenta lokal.

Menurutnya, kemampuan China menciptakan DeepSeek sebagai pesain ChatGPT dengan menggunakan GPU yang lebih kecil, merupakan keunggulan China dalam menciptakan talenta-talenta AI yang mumpuni.

“Talent ini sangat penting, tidak kalah pentingnya dari infrastruktur. Keterbatasan infrastruktur kadang-kadang bisa ditaklukan oleh kekuatan talenta yang mumpuni,” tegasnya.