Ketua Parlemen Kepulauan Solomon Serukan Dialog di Tengah Pemerintahan Minoritas
Sumber Foto: Jubi.id
Meja Pers

Ketua Parlemen Kepulauan Solomon Serukan Dialog di Tengah Pemerintahan Minoritas

Ruang Press - Ketua Parlemen Kepulauan Solomon, Patterson Oti, memperingatkan tentang kebuntuan politik serius setelah pembelotan massal menteri dari pemerintahan Perdana Menteri Jeremiah Manele, yang kini memimpin pemerintahan minoritas. Dalam konferensi pers pada Selasa (24/3/2026), ia menyerukan anggota parlemen untuk kembali ke meja dialog.

Awal Kejadian

Pekan lalu, 19 anggota parlemen dari pemerintahan Manele mengundurkan diri, menyusul ketidakpercayaan terhadap kepemimpinannya. Mereka bergabung dengan sembilan anggota parlemen oposisi, mengklaim memiliki suara cukup untuk menggulingkan pemerintah. Oti menjelaskan bahwa situasi ini menciptakan kebuntuan yang merusak fungsi parlemen secara efektif.

Perkembangan

Manele menolak tuntutan untuk mengundurkan diri dan menegaskan bahwa ia tetap sah menjabat. Ia meminta parlemen untuk bersidang dan menyatakan bahwa situasi yang dihadapi bukanlah krisis konstitusional, melainkan proses demokrasi yang normal. Saat ini, Manele hanya memiliki dukungan 22 dari 50 anggota parlemen.

Kondisi Terakhir

Oti menekankan pentingnya tanggung jawab parlemen kepada warga negara dan menyatakan bahwa meskipun terjadi perbedaan pendapat, parlemen harus terus beroperasi. Ia juga menambahkan bahwa hanya pemerintah melalui Perdana Menteri yang dapat memanggil parlemen untuk bersidang, karena tidak ada kalender sidang atau aturan terkait di Kepulauan Solomon.