Ketegangan Meningkat di Jumpa Pers KSI dan Tommy Fury, Ayah Fury Terlibat Insiden Emosional
Sumber Foto: VOI.ID
Meja Pers

Ketegangan Meningkat di Jumpa Pers KSI dan Tommy Fury, Ayah Fury Terlibat Insiden Emosional

JAKARTA – Sesi konferensi pers yang diadakan untuk mempromosikan pertarungan antara KSI dan Tommy Fury pada Selasa, 22 Agustus, berlangsung dalam suasana tegang dan menghebohkan. John Fury, ayah dari Tommy, menunjukkan reaksi emosional yang ekstrem dengan melempar meja dan kursi di atas panggung.

Insiden tersebut terjadi ketika John Fury, berusia 59 tahun, mengungkapkan ketidakpuasannya. Dalam momen yang semakin memanas, ia menggebrak meja dan menendang kursi hingga terlempar ke luar panggung. Staf keamanan segera mengambil tindakan untuk meredakan situasi yang semakin tak terkendali.

Sebelum John Fury kehilangan kendali, suasana konferensi pers sudah dipenuhi ketegangan, terutama antara Logan Paul dan Dillon Danis, yang juga terlibat dalam kartu pertarungan yang sama. Pertukaran kata-kata yang tajam di antara keduanya semakin memperbesar emosi yang ada.

Dalam kemarahannya, John Fury mengajak semua orang di konferensi pers untuk berpartisipasi dalam perkelahian. "Kita bertarung secara jantan! Anak saya akan melawan KSI dan saya akan melawan siapa pun yang ada di dalam gedung," teriaknya dengan penuh semangat.

KSI, yang menjadi sasaran kemarahan John, terlihat bingung dan terkejut. John melanjutkan dengan pernyataan provokatif, "Mari kita mulai pertandingan ini. Ambil kue itu dan masukkan ke dalam lubang bokongmu, sebelum saya melakukannya."

John Fury juga mengekspresikan kebanggaannya dengan menyatakan, "Saya adalah sebuah mesin dan apakah ada yang bisa mempertanyakan siapa saya di sini?"

Perilaku emosionalnya tidak berhenti di situ; ia juga melemparkan botol air ke arah kerumunan dan mendorong dua meja sebelum menendang meja lainnya yang berada dekat KSI. Ketika ketegangan semakin meningkat, staf keamanan kembali berusaha mengendalikan situasi saat KSI berdiri dan mencoba mendekati Fury.

Setelah situasi mereda, Logan Paul terlihat berdiri di atas satu-satunya meja yang masih utuh, seolah berusaha menghibur penonton di sekitarnya.

Insiden ini menyoroti intensitas rivalitas yang ada menjelang pertarungan yang sangat dinanti-nantikan, serta menunjukkan bahwa emosi dapat mempengaruhi bahkan dalam acara yang dimaksudkan untuk mempromosikan olahraga.