Kembali ke Kompasiana: Perjalanan Seorang Penulis dari Hutan ke Media
Pada tanggal 5 Oktober 2008, sebuah momen penting terjadi dalam hidup seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan, yang mengubah arah perjalanan kariernya. Hari itu, tulisan pertamanya tentang ekspedisi burung yang dilakukan bersama rekan-rekannya dari Himpunan Mahasiswa Kehutanan IPB di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kalimantan Barat, dimuat di salah satu koran nasional. Di usia yang masih muda, ia merasakan dorongan besar untuk mengeksplorasi dunia kepenulisan.
Sejak kecil, penulis memang memiliki ketertarikan terhadap menulis, meskipun belum menyadari bahwa hal tersebut dapat menjadi jalur kariernya. Momen melihat namanya terpampang di media cetak menjadi titik awal yang menyiratkan bahwa ia mungkin memiliki keterkaitan dengan dunia jurnalistik, meskipun jalur tersebut belum terlihat jelas saat itu.
Setelah menyelesaikan studinya dan meraih gelar Sarjana Kehutanan pada tahun 2010, penulis tidak langsung terjun ke dunia jurnalistik. Sebaliknya, ia bekerja sebagai penyusun program agroedutourism, di mana ia menciptakan materi edukasi untuk kegiatan wisata pertanian, berinteraksi dengan siswa, serta mengurus berbagai perizinan yang diperlukan. Meskipun pekerjaan tersebut menyenangkan, ada satu hal yang terus membara dalam dirinya: keinginan untuk menulis.
Ketika merindukan dunia tulis-menulis, penulis menemukan Kompasiana, sebuah platform blog yang dikenal dengan jurnalisme warganya. Ia kemudian mempublikasikan tulisan pertamanya yang berjudul "Agroedutourism IPB: Pilihan Tepat dalam Pengenalan Edukasi Pertanian dan Pendidikan Lingkungan bagi Siswa" pada tanggal 24 September 2010. Dalam tulisan-tulisan awalnya di Kompasiana, ia banyak membahas tema lingkungan, kehutanan, dan pengalaman lapangan yang ia jalani.
Tanpa adanya strategi khusus atau keinginan untuk mengejar popularitas, penulis mengekspresikan pemikirannya melalui tulisan yang berdasarkan pengalaman dan observasi sehari-hari. Dari momen pertama yang menggugah semangat hingga perjalanan penulisan yang terus berlanjut, penulis menjadikan Kompasiana sebagai wadah untuk berbagi pemikiran dan pengetahuan, kembali ke tempat yang mengingatkan dirinya pada kecintaannya terhadap dunia kepenulisan.




