Keberagaman dan Toleransi Terjalin di Kebun PTPN IV Saat Imlek
Facebook Twitter Pinterest WhatsApp
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Industri perkebunan kerap dipersepsikan sebagai ruang kerja yang keras dan seragam. Namun di balik rutinitas panen dan target produksi, keberagaman justru tumbuh alami melalui interaksi para pekerja, terutama dalam momentum Tahun Baru Imlek.
Di lingkungan kebun, harmoni tidak hadir lewat seremoni besar, melainkan melalui sikap saling menghormati dalam keseharian. Nilai itu terasa nyata di PTPN IV Regional III.
Salah satu kisah datang dari Akiong, petugas panen di Afdeling III Kebun Lubuk Dalam. Sebagai karyawan keturunan Tionghoa yang bekerja di lingkungan mayoritas berbeda latar belakang, ia mengaku tidak pernah merasa terasing.
“Saya bangga bisa bekerja di sini. Walaupun saya satu-satunya etnis Tionghoa di Kebun Lubuk Dalam, saya tidak pernah diperlakukan berbeda. Sejak awal bergabung, rekan-rekan menerima saya apa adanya,” ujarnya.
Bagi Akiong, toleransi hadir dalam tindakan sederhana. Ia menghormati rekan-rekannya yang menjalankan ibadah puasa, sementara saat hari raya tiba, ia pun kerap menerima undangan silaturahmi tanpa sekat.
Baca Juga: PLN Janji Krisis Listrik Meranti Berakhir 10 Hari Lagi, Warga Tunggu Bukti Nyata
“Kami saling menjaga perasaan. Itu tumbuh dengan sendirinya, tanpa perlu diatur,” ucapnya.
Ia juga merasakan dampak positif dari ritme kerja di kebun. Aktivitas fisik yang intens dan kebersamaan tim membuatnya merasa lebih sehat dan jarang sakit.
Cerita serupa disampaikan Tony Lie, Asisten Tata Usaha di Kebun Kemitraan Tanah Putih, Rokan Hilir. Ia merupakan karyawan keturunan Tionghoa yang memeluk agama Islam. Menurutnya, identitas etnis dan keyakinan dapat berjalan berdampingan tanpa harus dipertentangkan.
“Saya muslim dan saya Tionghoa. Itu bukan hal yang aneh. Saya menjalankan puasa, beribadah, dan tetap diterima sebagai bagian dari tim. Tidak ada jarak,” ujarnya.
Tony menilai, dalam dunia kerja, latar belakang tidak pernah menjadi penghalang selama tanggung jawab dijalankan dengan baik. Baginya, profesionalisme, ketelitian, dan kejujuran adalah nilai utama yang dijunjung tinggi.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Pasar Kuok, 15 Toko Ludes dan Kerugian Capai Rp1 Miliar
Dalam perayaan Imlek, suasana kebun memang tidak semeriah pusat kota. Tidak ada dekorasi mencolok atau perayaan resmi. Namun kehangatan tetap terasa, misalnya saat ia membagikan kue keranjang kepada rekan kerja di kantor.
Bagi para pekerja, kebun bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan ruang hidup tempat relasi tumbuh menjadi rasa kekeluargaan. Di sanalah keberagaman menemukan bentuknya yang paling jujur.
Harapan pun menyertai pergantian tahun, mulai dari kesehatan, kestabilan hidup, hingga keberlanjutan perusahaan agar roda kehidupan tetap berputar.
Potret ini menunjukkan bahwa harmoni tidak selalu lahir dari slogan atau program besar. Ia tumbuh dari empati, interaksi sehari-hari, dan kesadaran bahwa perbedaan adalah kenyataan hidup yang harus dirawat bersama. Di tengah bentang alam kebun yang luas dan pekerjaan yang menuntut ketangguhan, nilai kebhinekaan justru tumbuh secara alami dan bermakna.
Editor : Redaksi
Toleransi
PTPN IV Regional III
Keberagaman
industri perkebunan
Akiong
Tony Lie
riau
Imlek
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion : RiauPos
Facebook Twitter Pinterest WhatsApp
Berita Lainnya
Antrean BBM Mengular di Bengkalis, Warga Rela Berjam-jam Demi Pertalite
Proyek Tol Pekanbaru Dipacu, Wako Usul Nama Pendiri Kota untuk Pintu Tol
RS Unri Terima Penghargaan dari Wali Kota, Siap Perkuat Layanan Darurat 112
Tarif Parkir Rp15 Ribu, Jukir di Pekanbaru Langsung Dipecat!
14 Ribu Siswa SMP di Pekanbaru Jalani TKA, Ini yang Perlu Diketahui
Kakek di Rohil Ditangkap, Diduga Cabuli Cucu Kandung
Basarnas Gunakan Alat Pendeteksi, Balita Tenggelam di Kuansing Belum Ditemukan
Tak Mau Sampah Menumpuk, Wali Kota Pekanbaru Terapkan Komposter
Banyak Tak Berizin, Kabel Fiber Optik di Pekanbaru Siap Ditata Ulang
Siak Lakukan Efisiensi Besar, Tapi PPPK Tetap Dipertahankan
Pacu Sampan Kampar 2026 Meriah, 25 Tim Ramaikan Sungai Kampar
Belasan Pasien Terlantar di RSUD Bengkalis, Jadwal JKN Tak Sinkron
PTPN IV Regional III Gelontorkan Rp3 Miliar Bantu Warga Inhu Lewat Program TJSL
Menteri LH Apresiasi Langkah PTPN IV Regional III Dukung Satgas Karhutla di Rohil
Bugar dan Solid, Runners PTPN IV Regional III Tunjukkan Sportivitas di Riau Bhayangkara Run 2025
Panen Cepat dan Produktif, Sawit Muda PTPN IV di Kampar Catat Prestasi




