KAI Tingkatkan Kapasitas Transportasi Urban Lewat Digitalisasi dan Integrasi
Sumber Foto: RRI.co.id
Nasional

KAI Tingkatkan Kapasitas Transportasi Urban Lewat Digitalisasi dan Integrasi

RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat perannya sebagai "tulang punggung" transportasi urban. Yaitu melalui peningkatan kapasitas commuter, integrasi antarmoda, digitalisasi layanan, serta komitmen keselamatan dan ketepatan waktu pelayanan.

"KAI ini kalau kita bilang sebagai 'tulang punggung' transportasi untuk kota-kota urban itu sangat valid sekali statement itu. Jadi, kalau kita lihat di Jakarta sendiri, itu ada yang kita sebut dengan wilayah aglomerasi Jabodetabek," kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Selasa 17 Februari 2026.

Bobby menyebutkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya, pergerakan urban mencapai sekitar 39 hingga 45 juta perjalanan setiap hari. Hal itu menggambarkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap sistem transportasi publik berkapasitas tinggi yang semakin penting.

Meski angka tersebut besar, KAI menilai porsi pengguna kereta seharusnya dapat ditingkatkan. Karena itu, KAI merencanakan kapasitas angkutan komuter Jabodetabek secara bertahap dapat meningkat hingga dua juta penumpang setiap hari.

Transportasi rel, kata Bobby, penting karena menawarkan aspek keamanan tanpa kompromi. Lalu juga memiliki jumlah kapasitas angkutan massal, kenyamanan perjalanan, serta biaya relatif terjangkau bagi masyarakat perkotaan yang mobilitasnya terus meningkat pesat.

KAI juga menegaskan kontribusi transportasi rel dalam mengurangi kemacetan dan emisi karbon sebab satu rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) mampu mengangkut sekitar 3.000 penumpang sekaligus. Yaitu dengan konsumsi energi yang lebih efisien dibanding moda lain.

Upaya integrasi antarmoda terus dilakukan melalui interkoneksi stasiun dengan Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), dan Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah titik penting. Itu seperti Sudirman, Cawang, Manggarai, dan Tanah Abang agar perpindahan penumpang menjadi lebih mudah.

Selain integrasi fisik, digitalisasi layanan menjadi prioritas melalui sistem tiket, pembayaran, dan autogate terintegrasi. Serta pengembangan satu identitas pelanggan agar perpindahan moda berlangsung semakin seamless di kawasan perkotaan secara luas.