Kadisdik DKI Diteriaki ‘Pembohong’ Saat Jumpa Pers PPDB 2020/2021
Jakarta — Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menggelar konferensi pers terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021. Kegiatan yang semula berlangsung kondusif itu sempat terganggu ketika seorang pria yang mengaku orang tua murid datang dan membuat kegaduhan.
Dalam jumpa pers di Kantor Disdik DKI Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyampaikan pemaparan selama sekitar 17 menit. Setelah itu, ia membuka sesi tanya jawab bersama wartawan selama kurang lebih 20 menit.
Keributan terjadi pada sekitar lima menit terakhir acara. Pria tersebut meneriaki Nahdiana dan menuduhnya berbohong terkait penjelasan mengenai jalur zonasi.
“Bohong! Tidak ada seleksi jarak! (Zonasi) seleksi hanya usia!” teriak pria itu.
Pria tersebut menyatakan seleksi berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah tidak dilaksanakan dengan baik. Ia menilai hal itu berbeda dengan penjelasan Nahdiana yang menyampaikan bahwa jalur zonasi memprioritaskan jarak, bukan usia.
Ia juga mengaku merasa ditipu dan menyalahkan Disdik DKI apabila anaknya tidak lolos melalui jalur zonasi.
“Saya orang tua murid. Ribuan orang tua murid dibohongi tidak dihargai,” ujarnya.
Akibat insiden itu, Nahdiana menghentikan penjelasannya. Konferensi pers sempat terhenti sekitar tiga menit sebelum petugas keamanan dan staf Disdik berupaya menenangkan pria tersebut.




