Kader NasDem Kalbar Protes Laporan Tempo, Redaksi Siap Klarifikasi
Sumber Foto: Inside Pontianak
Ruang Redaksi

Kader NasDem Kalbar Protes Laporan Tempo, Redaksi Siap Klarifikasi

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ratusan kader Partai NasDem di Kalimantan Barat menggelar aksi protes terhadap laporan utama Majalah Tempo yang mengangkat isu dugaan merger antara NasDem dan Gerindra. Aksi ini berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Kalbar, Jalan BLKI, pada Rabu (15/4/2026).

Para kader menilai pemberitaan tersebut tidak akurat dan berpotensi menyesatkan publik. Sampul majalah tersebut menampilkan ilustrasi karikatur Surya Paloh dengan judul: PT Nasdem Indonesia Raya Tbk.

Pernyataan Kader NasDem

Ketua DPD NasDem Mempawah, Darwis Harafat, mengungkapkan bahwa laporan Tempo tidak memiliki dasar jurnalistik yang kuat. "Sebagai partai modern, kami menyayangkan pemberitaan yang menurut kami jauh dari kaidah jurnalistik. Ini terkesan mengejar sensasi tanpa verifikasi yang jelas," ujarnya saat berorasi.

Darwis juga membantah narasi yang mengaitkan isu merger dengan persoalan keuangan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh. "Tidak masuk akal jika dikatakan ada masalah keuangan Pak Surya Paloh. Secara data, kekayaannya mencapai Rp8 triliun," tegasnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW NasDem Kalbar, Idris Maheru, menambahkan bahwa yang berkembang bukanlah merger, melainkan konsep aliansi yang dikenal sebagai political block. "Political block adalah bentuk aliansi yang lebih kuat tanpa menghilangkan identitas masing-masing partai," jelasnya.

Idris menjelaskan bahwa konsep ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarpartai dalam pengambilan kebijakan di tingkat pusat maupun daerah. Ia juga menyatakan bahwa merger partai sangat sulit dilakukan karena melibatkan ideologi, struktur, dan regulasi yang kompleks.

Tindakan Selanjutnya

Atas pemberitaan tersebut, kader NasDem Kalbar mendorong Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk melaporkan Tempo ke Dewan Pers. "Kami minta DPP segera menindaklanjuti. Ini sudah masuk kategori pencemaran nama baik," tegas Idris.

Mereka juga meminta klarifikasi dan permohonan maaf terbuka dari Tempo, karena pemberitaan tersebut menimbulkan keresahan di internal partai dan persepsi negatif di publik.

Respon Redaksi Tempo

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menyatakan bahwa pihaknya menghargai kritik yang disampaikan oleh kader NasDem. "Perbedaan perspektif terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi," ujarnya.

Setri menegaskan bahwa laporan tersebut telah melalui proses jurnalistik yang ketat dan akuntabel. "Materi telah melalui proses verifikasi dan berdasarkan kode etik," tegasnya. Tempo juga membuka ruang klarifikasi bagi pihak yang merasa keberatan dan mendorong agar sengketa pemberitaan diselesaikan melalui mekanisme Dewan Pers. "Berkaitan dengan dampak sampul yang menyinggung Ketua Umum Partai NasDem dan kader, kami meminta maaf," ucap Setri.