Jembatan Nibung: Peluang Baru untuk Ekonomi Kaubun
KAUBUN – Peresmian Jembatan Nibung yang menghubungkan wilayah Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang membawa angin segar sekaligus tantangan baru bagi tatanan sosial-ekonomi masyarakat setempat. Camat Kaubun, Saprani, menegaskan bahwa hadirnya infrastruktur megah ini bukan sekadar mempermudah mobilitas, melainkan pemicu utama bagi transformasi unit usaha masyarakat yang selama ini bergantung pada sistem penyeberangan lama.
Dalam keterangannya kepada Pro Kutim usai peresmian, Selasa (24/2/2026), Saprani mengakui bahwa operasional jembatan ini secara otomatis mengakhiri era penyeberangan feri yang telah berlangsung puluhan tahun. Hal ini tentu berdampak pada para pelaku usaha jasa penyeberangan dan pedagang di sekitar dermaga. Namun, ia melihat fenomena ini sebagai peralihan yang tak terelakkan demi kemajuan yang lebih luas.
Saprani menyoroti aspek efisiensi yang langsung dirasakan oleh pengguna jalan. Jika sebelumnya masyarakat harus merogoh kocek untuk biaya feri penyeberangan, kini anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih produktif.
“Masalah yang jelas adalah efisiensi. Yang tadinya biaya penyeberangan itu harus dikeluarkan dan masuk ke kantong pengelola (feri), sekarang uang itu tetap berada di kantong pengguna jalan. Ini adalah keuntungan langsung bagi masyarakat. Kami di sini sudah lama menunggu dan menunggu, dan alhamdulillah saat ini kita semua sudah bisa menikmati hasilnya,” ujar Saprani dengan nada syukur.
Lebih lanjut, ia optimis bahwa keberadaan jembatan ini akan menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi Kabupaten Kutim secara umum. Dengan hilangnya hambatan waktu dan biaya di titik penyeberangan, arus barang dan jasa menuju wilayah Kaubun diharapkan semakin deras, yang pada gilirannya akan menekan harga kebutuhan pokok.
Meski tidak menampik adanya sisi negatif, terutama bagi mereka yang kehilangan mata pencaharian di sektor jasa penyeberangan lama, Saprani mengajak warganya untuk fokus pada sisi positif dan segera beradaptasi. Ia berharap masyarakat Kaubun tidak hanya menjadi penonton di tengah lalu lalang kendaraan yang melintasi jembatan tersebut.
“Kalau sisi negatif, ya pasti ada. Namun, yang jelas kita harus mengambil sisi positifnya. Harapan kami, masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan jembatan ini untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” tambahnya.
Salah satu peluang emas yang disoroti oleh Camat Kaubun adalah sektor promosi produk lokal. Jembatan Nibung yang menjadi jalur lintasan utama menuju Kabupaten Berau hingga Kalimantan Utara (Kaltara) adalah pasar potensial yang sangat besar. Saprani mendorong pelaku UMKM di Kaubun untuk lebih agresif memperkenalkan produk-produk unggulan daerah kepada para pengguna jalan yang melintas.
Dengan dibukanya akses ini, Kaubun kini berada di posisi strategis dalam peta transportasi Kaltim. Saprani berharap masyarakat dapat menjaga infrastruktur ini dengan baik dan menjadikannya sarana untuk menunjukkan jati diri serta potensi ekonomi kecamatan.
“Ini adalah momentum untuk memperkenalkan produk-produk yang ada di tengah masyarakat kita kepada para pengguna jalan dari berbagai daerah di Kalimantan. Mari kita jadikan jembatan ini sebagai jembatan kemakmuran bagi seluruh warga,” pungkasnya.
Kini, tugas berat menanti pemerintah kecamatan dan desa untuk membimbing para pelaku usaha lama agar mampu beralih ke sektor-sektor baru yang lebih prospektif seiring dengan wajah baru transportasi di Kutim.(kopi15/kopi13/kopi3)




