Jemaah NU Singgah di Gereja: Simbol Toleransi di Peringatan 1 Abad NU
MALANG, KOMPAS.com - Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Kota Malang, Jawa Timur, pada 7–8 Februari 2026.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi perhelatan spiritual berskala besar, namun menunjukkan wajah toleransi antarumat beragama yang nyata dan membumi.
Di bawah rintik hujan malam, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Malang menyambut sekitar 1.200 jemaah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya.
Rombongan tersebut tiba dengan menggunakan 21 bus, tujuh kendaraan van dan elf, serta sejumlah kendaraan pribadi.
Gereja Jadi Lokasi Singgah
Balewiyata Majelis Agung GKJW dipilih sebagai lokasi singgah sementara sebelum para jemaah melanjutkan perjalanan menuju Stadion Gajayana untuk mengikuti mujahadah pada dini hari.
“Kami tiba sekitar pukul 23.00 WIB, beristirahat sejenak, lalu pukul 02.00 WIB bergeser ke Stadion Gajayana untuk mujahadah,” ujar Wakil Ketua PCNU Surabaya, Nur Kholis Saleh, kepada jurnalis termasuk Kompas.com, Sabtu (7/2/2026) malam.
Ia menjelaskan, pemilihan GKJW sebagai lokasi transit bukan keputusan yang datang tiba-tiba.
Hubungan baik antara PCNU Surabaya dan sejumlah pendeta GKJW telah terjalin sejak lama.
“Relasi kami dengan beberapa pendeta GKJW dari Surabaya itu sangat akrab. Kami mendengar bahwa di sini merupakan kantor Majelis Agung GKJW. Jadi, ini sekaligus meneruskan relasi dan memperkuat tali persaudaraan,” imbuhnya.
Menurutnya, momen transit ini bukan hanya soal tempat beristirahat, melainkan juga sarana edukasi bagi warga tentang pentingnya membangun relasi harmonis dengan pemeluk agama lain.
“Relasi dengan teman-teman non-Muslim tidak ada kendala. Justru semakin mempererat hubungan dan menunjukkan indahnya persaudaraan,” ujarnya lagi.
Sambutan Hangat GKJW dan Pemerintah Kota Malang
Kehadiran jemaah NU disambut langsung oleh para pendeta dan biarawati, serta umat Kristiani GKJW.
Mereka berjajar di pintu masuk, menyapa para tamu dengan senyum dan jabat tangan hangat, mengusir dinginnya malam Kota Malang.
Lihat Foto
GKJW juga menyiapkan berbagai fasilitas semampunya, mulai dari area transit seluas sekitar tiga hektar, minuman hangat seperti teh dan kopi, makanan sederhana, hingga tempat shalat bagi para jemaah.
“Kedatangan kami mendapatkan sambutan yang luar biasa. Selain itu, di Malang ini kami juga disambut dengan sangat baik oleh Pemerintah Kota Malang. Kami benar-benar mendapatkan saudara yang luar biasa saat berkunjung ke kota ini,” tutur Nur Kholis.




