Jejak Karier Nanik S. Deyang: Dari Jurnalis ke Panggung Kebijakan Publik
Sumber Foto: KabarBursa.com
Ruang Redaksi

Jejak Karier Nanik S. Deyang: Dari Jurnalis ke Panggung Kebijakan Publik

Ruang Press - Nanik S. Deyang adalah sosok yang memperlihatkan transformasi karier dari jurnalis senior menjadi pemimpin dalam bidang kebijakan publik. Kariernya mencakup berbagai posisi strategis di media, politik, dan pemerintahan, menunjukkan pentingnya pengalaman di bidang komunikasi.

Awal Kejadian

Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968, Nanik memulai kariernya sebagai wartawan di Tabloid Bangkit, bagian dari kelompok Kompas Gramedia. Pengalamannya sebagai reporter membangun kemampuan dalam menggali informasi dan memahami persoalan masyarakat.

Perkembangan

Nanik tidak hanya berperan sebagai peliput berita, tetapi juga mengambil tanggung jawab yang lebih besar di industri media. Ia pernah menjabat sebagai Pemimpin Umum Majalah Femme dan Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan. Selain itu, ia menjadi komisaris di beberapa perusahaan media, memperkuat posisinya dalam pengembangan bisnis media dan komunikasi publik. Dalam ranah politik, Nanik terlibat dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) pada Pemilihan Presiden 2019, menjabat sebagai Wakil Ketua BPN untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Setelah pemilihan, ia mendapat kepercayaan untuk mengisi posisi penting dalam lembaga negara, termasuk Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

Kondisi Terakhir

Pada Juni 2025, Nanik diangkat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), dan pada Juni 2026, ia dipercaya untuk memimpin Badan Gizi Nasional. Meski diwarnai oleh penyelidikan kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet pada 2018, Nanik tidak menjadi tersangka. Perjalanan kariernya mencerminkan perpindahan dari dunia komunikasi menuju pengelolaan kebijakan publik, menjadikannya sosok penting dalam mendukung program-program peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.