Ismail Asso Ajak Masyarakat Papua Rawat Toleransi di Hari Pekabaran Injil
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA- Tokoh Muslim asli Papua, Ismail Asso menyampaikan ucapan selamat Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua yang diperingati setiap 5 Februari.
Ia mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus merawat toleransi dan persaudaraan lintas iman sebagai fondasi perdamaian di Bumi Cenderawasih.
Ismail Asso yang saat ini menjabat sebagai anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Pegunungan, dikenal aktif mendorong harmoni dan toleransi antarumat beragama di Tanah Papua.
Kepada TribunPapuaTengah.com, Kamis (5/2/2026), Ismail Asso mengatakan bahwa, kehadiran Injil di Tanah Papua pada 5 Februari 1855 merupakan tonggak penting perubahan peradaban masyarakat Papua.
“Saya mengucapkan selamat Hari Masuknya Injil di Tanah Papua. Kehadiran Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler pada 5 Februari 1855 menjadi titik awal perubahan besar rakyat Papua dari masa primitif menuju kehidupan yang lebih modern,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Injil tidak hanya membawa ajaran iman, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan yang mengubah cara hidup masyarakat Papua. Injil, menurutnya, mengakhiri berbagai praktik kekerasan seperti perang suku dan kanibalisme, serta menanamkan nilai perdamaian, persaudaraan, dan toleransi.
“Injil membawa perubahan mendasar dalam kehidupan rakyat Papua, dari kehidupan penuh konflik menuju kehidupan yang damai, saling menghormati, dan maju melalui pendidikan yang dirintis oleh para penginjil,” katanya.
Diketahui, Injil pertama kali diberitakan di Tanah Papua pada 5 Februari 1855, saat dua misionaris asal Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler menginjakkan kaki di Pulau Mansinam, Teluk Doreh, Manokwari.
Dari pulau kecil itu, Injil kemudian menyebar ke berbagai wilayah Papua, menyusuri pesisir, hutan, hingga pegunungan.
Ismail Asso pun kembali menyampaikan ucapan selamat kepada umat Kristen di seluruh Tanah Papua.
“Saya, Ustadz Ismail Asso, mengucapkan Selamat Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua kepada saudara-saudaraku umat Kristen. Selamat merayakan Hari Pekabaran Injil Tanah Papua 5 Februari 1855, yang hari ini kita peringati pada 5 Februari 2026,” ucapnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk menjaga nilai toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan demi Papua yang damai dan harmonis.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk terus menjaga dan merawat nilai toleransi, persaudaraan, serta kebersamaan. Dengan itu, Papua akan tetap menjadi tanah yang damai, harmonis, dan menjadi rumah bersama bagi semua,” pungkasnya. (*)




