Ruang Press - Pemerintah Iran menangguhkan komitmennya terhadap Nota Kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat, menyusul tuduhan pelanggaran yang dilakukan oleh Washington terhadap kesepakatan tersebut. Keputusan ini diambil di tengah ketegangan yang meningkat antara kedua negara.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa penangguhan ini disebabkan oleh ketidakpatuhan Amerika Serikat terhadap kewajibannya dalam kerangka MoU. Ia menegaskan bahwa AS telah melanggar dan menangguhkan semua komitmennya dalam perjanjian yang telah disepakati.
Gharibabadi menambahkan bahwa Iran kini menghentikan pelaksanaan kewajibannya dalam MoU tersebut, dengan fokus pada upaya mempertahankan keamanan nasional. Sementara itu, Wakil Gubernur Khuzestan Bidang Keamanan, Valiollah Hayati, mengklaim bahwa AS telah melancarkan serangan terhadap sedikitnya 95 lokasi di Provinsi Khuzestan dalam sepuluh hari terakhir. Serangan ini dilaporkan mencakup 12 wilayah di provinsi barat daya Iran, mengakibatkan delapan warga sipil dilaporkan meninggal dunia.