Iran Serang Infrastruktur Data AS Sebagai Balasan Militer
Sumber Foto: FAJAR
Teknologi

Iran Serang Infrastruktur Data AS Sebagai Balasan Militer

Ruang Press - FAJAR.CO.ID -- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan telah melakukan serangan yang menargetkan infrastruktur informasi perusahaan teknologi Amerika Serikat. Dua perusahaan itu yakni pusat data servis komputasi awan Amazon Web Services (AWS) di Bahrain dan dan basis data Oracle di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

IRGC menegaskan serangan ini adalah pembalasan langsung atas serangan AS dan Israel terhadap rumah mantan Menteri Luar Negeri Iran Kamal Kharrazi di Teheran pada 1 April. Serangan sekutu menewaskan istri Kamal Kharrazi dan melukai dirinya sendiri secara serius.

Serangan pada 1 Maret 2026 telah membuka babak baru dalam konflik global, di mana infrastruktur digital yang menopang bisnis teknologi besar kini menjadi sasaran militer.

Iran mengklaim pusat data Amazon di Bahrain hancur total dalam serangan itu. Mereka menekankan bahwa Iran sebelumnya telah memperingatkan akan menargetkan perusahaan teknologi Amerika jika aksi militer terhadap kepemimpinan Iran tidak berhenti.

Serangan ini tidak hanya mengganggu layanan cloud atau komputasi awan dan sektor perbankan, tetapi juga menandai ancaman serius terhadap fondasi dominasi kecerdasan buatan (AI) Amerika Serikat di kawasan Teluk Arab.

Perwakilan dari Komando Angkatan Laut IRGC menyatakan bahwa mereka akan terus memperluas serangan jika upaya pembunuhan terhadap para pemimpin Iran tidak berhenti.

Selain pusat data, militer Iran mengatakan serangan itu juga menargetkan pabrik baja AS di Abu Dhabi, pabrik aluminium di Bahrain, dan fasilitas manufaktur senjata Rafael Israel sebagai balasan atas serangan sebelumnya terhadap industri baja Iran.