Ruang Press - Iran mengancam akan menghentikan seluruh ekspor energi dari kawasan Timur Tengah sebagai respons terhadap pemberlakuan kembali blokade laut oleh Amerika Serikat (AS) dan peningkatan serangan udara terhadapnya. Ancaman ini muncul di tengah kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka yang dapat mengganggu pasokan energi global.
Ketegangan meningkat setelah AS memberlakukan blokade laut terhadap Teheran dan meluncurkan serangan udara sebagai balasan atas aksi Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan, "Ekspor minyak dan gas dari kawasan ini akan berlaku untuk semua atau tidak untuk siapa pun," sebagai tanggapan terhadap situasi tersebut.
Militer AS melancarkan serangan terhadap puluhan sasaran militer Iran, termasuk Pulau Greater Tunb yang strategis bagi pengendalian jalur pelayaran energi. Selain itu, serangan juga menghantam markas Brigade Infanteri Mekanis ke-388 di Provinsi Sistan dan Baluchestan. Laporan dari televisi pemerintah Iran menyebutkan bahwa serangan tersebut menewaskan tujuh personel militer, termasuk prajurit wajib militer dan tentara aktif, serta melukai beberapa anggota lainnya.