Integrasi AI dalam Jurnalistik Indonesia: Peluang dan Tantangan Etika
Jakarta (Suara Kalbar) – Riset terbaru yang dipaparkan Research Manager BBC Media Action, Rosiana Eko, mengungkap langkah jurnalis Indonesia dalam mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI) untuk pekerjaan sehari-hari. Temuannya menunjukkan satu hal, yaitu adopsi AI yang sudah meluas, namun tata kelola dan literasinya belum sepenuhnya matang.
Dalam praktiknya, penggunaan AI oleh jurnalis Indonesia bahkan sudah terasa personal. Sebagian jurnalis memasukkan sapaan akrab seperti “Bro” dalam prompt yang mereka berikan kepada mesin. Interaksi dengan AI tak lagi kaku, melainkan menyerupai komunikasi sehari-hari.
Sebagian besar output yang dihasilkan dari AI masih berupa teks, yaitu mencapai sekitar 94 persen. Selebihnya berupa grafis, foto, dan konten multimedia. Ada pula penggunaan dalam skala kecil, sekitar satu persen responden memanfaatkan AI untuk membantu koding dan satu persen lainnya untuk menyusun proposal bisnis klien. Bahkan, kurang dari 1 persen menggunakan AI untuk membuat musik atau jingle iklan.




