Indonesia Siap Jadi Pemain Utama dalam Transisi Energi Global
Sumber Foto: Listrik Indonesia
Internasional

Indonesia Siap Jadi Pemain Utama dalam Transisi Energi Global

Listrik Indonesia | Perebutan mineral kritis untuk menopang transisi energi global kian memanas. Kebutuhan logam untuk baterai kendaraan listrik, panel surya, hingga infrastruktur energi bersih melonjak tajam, menempatkan Indonesia pada posisi strategis sebagai salah satu pemilik cadangan mineral terbesar di dunia.

Baca juga: Temuan Gas Jumbo di Kutai, Perkuat Prospek Energi Indonesia

Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Sesditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Siti Sumilah Rita Susilawati, menegaskan bahwa agenda transisi energi global secara otomatis meningkatkan peran sektor pertambangan nasional.

???Transisi energi itu kurang lebih banyak mineral. Sehingga mining ini menjadi semakin strategis,??? ujar Rita dalam sarasehan dan sosialisasi PP No 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) di Jakarta, dikutip Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, penguasaan mineral kritis kini telah menjadi kepentingan strategis negara-negara besar. Ia menyinggung dinamika global yang menyoroti Greenland sebagai wilayah dengan cadangan mineral kritis melimpah dan menjadi perhatian kekuatan dunia.

???Transisi energi itu membutuhkan mineral kritis. Luar biasa butuhnya,??? ujarnya.

Rita menegaskan, meski transisi energi berorientasi pada dekarbonisasi, pengembangan energi bersih tetap sangat bergantung pada pasokan mineral dalam skala besar. Dalam konteks itu, Indonesia dinilai memiliki modal yang sangat kuat untuk memainkan peran kunci dalam rantai pasok global.

Berdasarkan Buku Saku Minerba 2026, Indonesia memiliki cadangan nikel mencapai 5,9 miliar ton atau sekitar 42% cadangan global, dengan kontribusi produksi sekitar 67% terhadap total produksi dunia. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai pemain dominan dalam ekosistem baterai kendaraan listrik global.

Selain nikel, cadangan timah nasional tercatat 6,4 miliar ton atau 24,3% cadangan dunia, dengan kontribusi produksi sekitar 21%. Bauksit mencapai 2,9 miliar ton (8,8%), tembaga 2,9 miliar ton (2,4%), dan emas 3,5 miliar ton (4,4%).

Di sektor batu bara, cadangan Indonesia sebesar 31,7 miliar ton atau sekitar 3% cadangan dunia, dengan kontribusi produksi mencapai 8,8% global. Meski batu bara merupakan energi fosil, komoditas ini masih berperan dalam menjaga ketahanan energi nasional selama masa transisi.

Pemerintah sendiri telah menetapkan daftar mineral kritis dan mineral strategis melalui keputusan menteri yang direviu secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta persaingan global serta memastikan optimalisasi sumber daya nasional.

???Ini adalah salah satu upaya kita untuk mengetahui apa saja yang dimiliki bangsa Indonesia, sehingga kita siap untuk bersaing,??? ujar Rita.

Di sisi kebijakan, Kementerian ESDM pada 2026 menurunkan target produksi nikel dan batu bara. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga umur cadangan sekaligus menstabilkan harga pasar.

???Memang ada kebijakan pengaturan produksi dalam rangka meningkatkan umur cadangan dan menstabilisasi harga pasar,??? katanya.

Saat ini terdapat 4.052 izin usaha pertambangan (IUP) di sektor mineral dan batu bara, dengan sekitar 1.600 izin logam dan batu bara berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

Rita menekankan bahwa sektor minerba tidak hanya berfungsi sebagai penopang penerimaan negara, tetapi juga sebagai pilar penting dalam mendukung energi transisi, memperkuat ketahanan energi (energy security), serta mendorong pertumbuhan ekonomi sebagaimana diamanatkan dalam PP tentang Kebijakan Energi Nasional.

???Mineral membangun peradaban. Tetapi apabila keberlanjutan tidak diperhatikan, maka peradaban itu juga tidak bisa berlanjut,??? pungkasnya.

Dengan cadangan yang besar dan kebijakan pengelolaan yang terus diperkuat, Indonesia berada pada momentum krusial untuk mengubah keunggulan sumber daya alam menjadi kekuatan industri bernilai tambah tinggi di era energi bersih global.