HUT Pekabaran Injil ke-171: Momentum Perkuat Toleransi dan Persatuan di Papua Barat
Manokwari (ANTARA) - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-171 merupakan momentum memperkuat toleransi, kerukunan, kebersamaan, serta persatuan dan kesatuan di Tanah Papua, khususnya di Papua Barat.
“HUT PI ke-171 diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga hidup rukun dan damai di tengah keberagaman suku, agama, serta adat budaya,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan tari tamborin kolosal yang dipusatkan di RTP Borarsi, Manokwari, Rabu.
Ia menegaskan, seluruh elemen masyarakat harus memiliki komitmen bersama untuk hidup rukun dan damai antarsesama, tanpa memandang perbedaan latar belakang suku, agama, maupun budaya.
Menurut Dominggus, melalui peringatan HUT PI, masyarakat Papua sedang memperingati sejarah besar masuknya Injil di Tanah Papua, yang bermula dari Pulau Mansinam, Manokwari, pada 5 Februari 1855 melalui dua misionaris, Otto dan Geisler.
Kedatangan dua misionaris tersebut menjadi titik awal peradaban baru di Tanah Papua karena sudah mendapat berkat Tuhan dan menjadi berkat bagi semua orang.
Ia menuturkan, masuknya Injil tidak hanya membawa ajaran agama, tetapi juga membawa perubahan besar dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta membentuk peradaban yang memanusiakan orang Papua.
Ia mengajak seluruh umat menjadikan Injil sebagai dasar hidup dengan menerapkan nilai kasih, kejujuran, dan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di atas Tanah Papua.
“Perkuat persatuan. Pawai ini diikuti berbagai denominasi gereja. Biarlah keberagaman menjadi kekuatan untuk menjaga Papua Barat sebagai tanah yang aman, damai, dan penuh toleransi,” katanya.
Bupati Manokwari, Hermus Indou menyatakan, Pemkab Manokwari secara khusus mempersembahkan RTP Borarsi yang menjadi kebanggaan daerah untuk digunakan dalam kegiatan KKR dan tarian tamborin kolosal sebagai bentuk penghormatan dan kemuliaan Tuhan.
Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut, karena kegiatan KKR dinilai sebagai momentum rohani yang membawa berkat bagi banyak pihak.
Diharapkan penyelenggaraan KKR dan pawai tamborin kolosal dalam rangka menyongsong HUT PI ke-171 dapat berjalan sukses.
“Ini berkat bagi kita. Jangan pernah melewatkan kesempatan emas ini. KKR ini berkat bagi Manokwari, berkat bagi generasi muda, berkat bagi Pemprov Papua Barat, dan juga bagi Pemkab Manokwari. Kita pastikan berkat ini menjadi bagian dari kehidupan kita,” katanya.
Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Pdt. Daniel Sukan, M.Th, KKR dan tari tamborin kolosal diikuti 51 denominasi gereja dan melibatkan 1.360 penari tamborin.
Pelibatan generasi muda merupakan pembinaan spiritual yang penting karena mereka akan menjadi generasi produktif saat Indonesia memasuki era Emas 2045.
Diharapkan anak-anak dan generasi muda untuk setia mengikuti Tuhan sepanjang hidup agar memperoleh berkat dalam perjalanan hidup mereka.




