Ruang Press - Industri kelapa sawit di Kalimantan Barat melakukan transformasi dengan menerapkan hilirisasi, yang mengubah pola pengolahan dari pengiriman crude palm oil (CPO) sebagai bahan mentah ke produksi barang bernilai tambah. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian lokal.
Selama puluhan tahun, Kalimantan Barat bergantung pada penjualan CPO dan inti sawit sebagai komoditas utama. Ketergantungan ini membuat ekonomi daerah rentan terhadap fluktuasi harga pasar global, yang berimbas pada pendapatan petani dan pelaku usaha.
Melalui hilirisasi, rantai nilai sawit diperpanjang dengan munculnya produk turunan bernilai tinggi seperti minyak goreng, biodiesel, dan bahan baku industri. Beberapa wilayah seperti Ketapang dan Kayong Utara telah mengembangkan fasilitas pengolahan yang stabil, termasuk pemurnian dan fraksinasi CPO untuk kebutuhan pangan dan rumah tangga. Pontianak dan Mempawah juga berkontribusi dalam pengolahan biodiesel dan minyak goreng.
Keberadaan fasilitas pengolahan di Kalimantan Barat menjadi langkah strategis untuk menjaga nilai ekonomi komoditas sawit di daerah. Dengan pengolahan lokal, aktivitas ekonomi baru di sektor industri, transportasi, pergudangan, dan jasa pendukung lainnya dapat tumbuh, memberikan dampak positif bagi perekonomian setempat.