HASI 2026: Pembaruan Teknik Replanting Kelapa Sawit untuk Peningkatan Produksi
Sumber Foto: Hai Sawit
Lifestyle

HASI 2026: Pembaruan Teknik Replanting Kelapa Sawit untuk Peningkatan Produksi

Jakarta, HAISAWIT – HaiSawit Indonesia kembali menyelenggarakan HASI #2 – HaiSawit Simposium 2026 pada tanggal 22–23 April 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta. Mengusung tema “Updating Best Management Practice (BMP) Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia dan Malaysia dalam Mendukung Peningkatan Produksi Sawit & Ketahanan Energi”, kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pelaku industri sawit untuk memperbarui wawasan dan praktik terbaik dalam pengelolaan perkebunan berkelanjutan.

Pada Sesi 1, simposium secara khusus membahas Updating Teknik Replanting Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia dan Malaysia pada Areal Datar dan Berbukit. Topik ini menjadi sangat relevan mengingat replanting (peremajaan) merupakan kunci peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat maupun perusahaan, sekaligus menjaga keberlanjutan industri dalam jangka panjang.

Diskusi menghadirkan narasumber kompeten dari Indonesia dan Malaysia, yaitu Jeffry Faizal Kamaruddin (Chief Executive Officer Upstream Malaysia – SD Guthrie Berhad) serta Cahyo Sri Wibowo (SVP Research and Development PT Astra Agro Lestari Tbk), dengan moderator Esworo (Head Plantation Palma Group). Para pembicara membagikan pengalaman, inovasi teknis, serta pendekatan manajerial dalam pelaksanaan replanting di berbagai kondisi topografi, baik datar maupun berbukit.

Melalui HASI #2, HaiSawit Indonesia mendorong kolaborasi lintas negara, pertukaran pengetahuan, serta adopsi praktik terbaik (BMP) yang adaptif terhadap tantangan lapangan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perusahaan, pekebun, penyedia teknologi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung peningkatan produksi dan ketahanan energi nasional maupun regional.

Dengan dukungan sponsor, exhibitor, serta media partner, HASI 2026 menjadi ruang temu strategis bagi pelaku industri sawit untuk membangun jejaring, memperluas kolaborasi, dan memperkuat komitmen terhadap pengelolaan sawit yang produktif dan berkelanjutan.