Harmoni Toleransi Antarumat di Masjid Al-Muhajirin Tanjungpinang
Ruang Press - RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Hubungan toleransi antarumat beragama di lingkungan Masjid Al-Muhajirin tetap terjaga harmonis. Meskipun berada di kawasan yang heterogen dan berdekatan dengan pemukiman warga Tionghoa, Rabu, 25 Februari 2026.
Bendahara Masjid Al-Muhajirin, Muhammad Nasir, mengatakan selama ini tidak pernah terjadi persoalan berarti antara jamaah masjid dan warga nonmuslim di sekitar lingkungan masjid. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci terciptanya suasana kondusif.
“Kami saling menjaga. Saat tadarus Ramadan kami tidak menggunakan pengeras suara agar tidak mengganggu warga sekitar,” ujar Muhammad Nasir.
Nasir mengungkapkan, bahwa pernah ada masukan dari warga terkait volume suara, namun hal itu disikapi dengan baik oleh pengurus. Sejak dilakukan penyesuaian, tidak ada lagi keluhan yang muncul.
“Alhamdulillah tidak ada keributan, tetap harmonis,” ucapnya.
Dalam momentum Ramadan, masjid juga menggelar buka puasa bersama yang konsumsi takjilnya berasal dari swadaya warga. Bahkan, warga Tionghoa turut berpartisipasi memberikan dukungan berupa makanan dan bantuan lainnya.
“Kadang mereka ikut sedekah Jumat, bantu takjil, kirim makanan,” tuturnya.
Nasir menambahkan, pengurus juga terus mengimbau jamaah agar menjaga sikap dan menghormati tetangga yang tidak menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, sikap saling menghargai menjadi fondasi utama kehidupan bermasyarakat di wilayah tersebut.
”Saling toleransi merupakan fondasi kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Anggota DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua, mengatakan hubungan harmonis antara masyarakat Melayu, Jawa, dan Tionghoa di Tanjungpinang telah terjalin sejak puluhan tahun lalu. Menurutnya, sejak 30 tahun lalu warga berbagai etnis hidup berdampingan dan saling mengenal satu sama lain.
“Dulu masyarakat tinggal berdekatan, di Jalan Mawar, Tambak, dan sekitarnya, Itu yang membuat fondasi toleransi kuat,” ujar Rudy Chua.
”Dulu ada sejarah dimana warga Tiongkok dan Melayu itu boleh dikatakan memang bertetangaan gitu,” ucapnya.
Ia berharap, generasi muda dapat terus menjaga suasana toleransi yang sudah terbentuk sejak lama. Sehingga dengan rasa saling menghargai akan membuat Tanjungpinang harmonis.
“Kita berharap generasi muda bisa menjaga suasana kebatinan yang sudah terbentuk sejak lama ini,” katanya, mengakhiri.




