Hari Pendengaran Sedunia: Pentingnya Perawatan Pendengaran bagi Anak
Sumber Foto: Liputan6.com
Lifestyle

Hari Pendengaran Sedunia: Pentingnya Perawatan Pendengaran bagi Anak

Ruang Press - Liputan6.com, Jakarta - Hari Pendengaran Sedunia diperingati setiap 3 Maret. Pada 2026 ini tema yang diangkat adalah from communities to classrooms: hearing care for every children. Lewat tema ini, masyarakat diajak untuk mengetahui permasalahan pendengaran yang belum mendapat perhatian yang cukup.

Pada bayi baru lahir, ada sekitar 0,1 hingga 0,2 yang mengalami gangguan pendengaran. Sementara itu, hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan ada 2,6 persen orang di atas 7 tahun mengalami gangguan pendengaran. Ini artinya ada sekitar 3 dari 100 orang yang mengalami masalah pendengaran.

"Pendengaran hal yang penting dalam tumbuh kembang anak. Bukan hanya tumbuh kembang, pendengaran memengaruhi kemampuan bahasa, kemampuan belajar, dan interaksi sosial, saat dewasa bisa memengaruhi produktivitas," kata Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatna RI, dokter Siti Nadia Tarmizi dalam temu media pada Senin, 2 Maret 2026.

Ketika anak mengalami ganguan pendengaran tidak hanya berdampak pada fungsi mendengar, tetapi juga memengaruhi berbagai aspek tumbuh kembang anak.

Pertama, kemampuan tumbuh kembang anak bisa terganggu apabila anak tidak dapat mendengar dengan baik. Pendengaran berperan penting dalam proses belajar sejak dini.

Kemampuan Bahasa Sangat Bergantung pada Fungsi Pendengaran

Kedua, kemampuan bahasa sangat bergantung pada fungsi pendengaran. Anak belajar berbicara dengan cara meniru suara yang ia dengar di sekitarnya. Jika tidak dapat mendengar dengan optimal, proses meniru dan memahami bahasa menjadi terhambat. Hal ini bisa berdampak jangka panjang hingga dewasa karena bahasa menjadi fondasi dalam proses belajar dan berinteraksi.

Ketika beranjak dewasa, lanjut Nadia, gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi dapat memengaruhi prestasi belajar serta kemampuan berinteraksi dengan orang sekitar. Kondisi ini pada akhirnya bisa menjadi beban bagi keluarga maupun negara apabila tidak ditangani sejak dini.