Hari Kedua Safari Jurnalistik PWI Jombang: Simulasi Redaksi dan Wawancara dengan Kasatreskrim
Sumber Foto: Kabar Jombang
Ruang Redaksi

Hari Kedua Safari Jurnalistik PWI Jombang: Simulasi Redaksi dan Wawancara dengan Kasatreskrim

JOMBANG, KabarJombang.com – Program "PWI Jombang Goes To School" di SMAN 3 Jombang memasuki hari kedua pada Kamis, 16 April 2026, dengan suasana yang lebih dinamis. Setelah hari pertama yang berfokus pada teori dasar jurnalisme, siswa-siswa kini langsung terjun ke lapangan untuk merasakan atmosfer kerja seorang jurnalis profesional.

Sesi pelatihan kali ini menghadirkan Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, yang memberikan materi tentang pencegahan kenakalan remaja. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri bagi puluhan siswa yang juga melakukan simulasi wawancara cegat (doorstop) dengan beliau.

Materi penutup yang disampaikan oleh jurnalis TV One, Rohmadi, mengubah suasana ruang kelas menjadi ruang redaksi. Siswa dibagi ke dalam tim liputan yang terdiri dari reporter, juru kamera, dan editor. Rohmadi menjelaskan, "Kami ingin adik-adik merasakan bagaimana ketatnya deadline dan pentingnya koordinasi tim dalam memproduksi berita berkualitas."

Di samping itu, Saiful Mualimin dari JTV juga membekali siswa dengan teknik Visual Storytelling. Dengan menggunakan konsep EDFAT (Entire, Detail, Frame, Angle, Time), siswa diajarkan untuk mengubah smartphone mereka dari sekadar alat komunikasi menjadi perangkat produksi karya jurnalistik yang menarik dan informatif.

Sesi pelatihan juga mencakup Manajemen Media Sosial dan Personal Branding yang disampaikan oleh Rony Suhartono dari Garuda TV. Rony menekankan pentingnya reputasi digital dan mengajak siswa untuk melakukan audit akun media sosial mereka untuk memastikan konten yang diunggah tidak merugikan masa depan, terutama terkait jejak digital.

AKP Dimas Robin Alexander mengingatkan pentingnya hal ini dengan merujuk pada maraknya kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Ia mencatat, selama periode 2024-2025, terdapat 184 kasus ABH di Jombang yang dipicu oleh berbagai faktor, termasuk pengaruh media sosial. "Jangan sampai jempol kalian menyeret kalian ke ranah hukum. Catatan kriminal akan terekam dalam database kami dan memengaruhi pengurusan SKCK di masa depan," tegasnya.

Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menyatakan kebanggaannya atas antusiasme siswa dalam mempraktikkan teknik wawancara dan pengambilan gambar. Ia menekankan pentingnya sinergi antara literasi media dan edukasi hukum bagi Generasi Z. "Harapan kami, setelah pelatihan ini, siswa SMAN 3 Jombang tidak hanya jago membuat konten kreatif yang viral, tetapi juga konten yang bertanggung jawab, edukatif, dan taat hukum," ungkap Mufid.

Setelah kegiatan di SMAN 3 Jombang, safari jurnalistik ini akan berlanjut ke SMPN 1 Jombang, SMKN 1 Jombang, serta sejumlah madrasah dan sekolah menengah lainnya di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang sepanjang bulan April. Program ini direncanakan akan mencapai puncaknya di tingkat perguruan tinggi pada awal Mei mendatang.