Ruang Press - Harga minyak mengalami lonjakan signifikan, mencapai level tertinggi dalam dua pekan, seiring dengan berlanjutnya serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai sementara telah berakhir, yang memicu kekhawatiran akan kelancaran pasokan minyak mentah dari kawasan penghasil energi utama dunia.
Pada akhir perdagangan Rabu, kontrak berjangka Brent mengalami kenaikan hampir 7% setelah Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/Centcom) mengonfirmasi bahwa serangan terhadap Iran telah memasuki malam kedua. Sebelumnya, kontrak Brent sempat menembus angka US$80 per barel, sementara minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), juga menguat sebesar 6%.