Guizhou Targetkan 190 EFLOPS sebagai Pusat Teknologi AI China pada 2026
Provinsi Guizhou di wilayah barat daya China semakin memantapkan diri sebagai salah satu pusat teknologi terpenting di negeri Tirai Bambu. Dijuluki sebagai “lembah digital” China, wilayah ini mencatat lonjakan signifikan dalam kapasitas daya komputasi sepanjang 2025, menembus angka 150 EFLOPS atau hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut diumumkan dalam Konferensi Kerja Data Provinsi Guizhou 2026 yang digelar pada Selasa (13/1). Dalam laporan resmi pemerintah daerah, disebutkan bahwa lebih dari 90 persen kapasitas komputasi Guizhou kini berasal dari komputasi cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI).
Lonjakan ini menandai posisi strategis Guizhou dalam ekosistem teknologi nasional China, khususnya di tengah pesatnya perkembangan industri AI, big data, dan komputasi awan yang membutuhkan infrastruktur superkomputer berskala besar.
Dari Wilayah Pegunungan Menjadi Jantung Teknologi Digital
Beberapa tahun lalu, Guizhou dikenal sebagai provinsi pegunungan dengan tingkat industrialisasi yang relatif rendah. Namun kini, citra tersebut berubah drastis. Pemerintah China secara konsisten mendorong wilayah ini sebagai pusat pengembangan data center dan komputasi nasional.
Faktor geografis menjadi salah satu keunggulan utama Guizhou. Suhu udara yang relatif sejuk membantu menekan biaya pendinginan server, sementara ketersediaan energi yang stabil menjadikan wilayah ini ideal untuk pengoperasian pusat data berskala besar.
Saat ini, tercatat 50 pusat data telah dibangun atau masih dalam tahap konstruksi di seluruh provinsi Guizhou. Fasilitas-fasilitas ini menjadi tulang punggung pemrosesan data untuk pengembangan AI, cloud computing, hingga analisis big data dalam skala nasional.
Tak hanya itu, Guizhou juga telah ditetapkan sebagai salah satu simpul jaringan komputasi nasional China, yang menghubungkan berbagai pusat data antarwilayah. Hingga akhir 2025, simpul ini telah menarik 48 perusahaan penyedia layanan komputasi dan teknologi untuk beroperasi di wilayah tersebut.
Investasi Jumbo Demi Infrastruktur Komputasi Masa Depan
Transformasi Guizhou tidak terjadi begitu saja. Sepanjang 2025, investasi aset tetap di sektor fasilitas komputasi di provinsi ini dilaporkan melampaui 22 miliar yuan, atau setara dengan sekitar Rp53 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk membangun pusat data generasi terbaru, memperluas kapasitas server, meningkatkan jaringan serat optik berkecepatan tinggi, serta mengembangkan sistem pendingin hemat energi.
Pemerintah daerah juga mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan agar pusat data dapat beroperasi secara efisien dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi penting mengingat konsumsi energi industri komputasi tergolong sangat besar.
Di sisi lain, investasi masif ini membawa dampak ekonomi langsung. Ribuan lapangan kerja baru tercipta, mulai dari sektor konstruksi, teknik jaringan, pengelolaan data, hingga riset teknologi. Guizhou kini tak hanya menjadi pusat komputasi, tetapi juga motor pertumbuhan ekonomi digital regional.
Mengenal EFLOPS, Satuan Kekuatan Superkomputer
Dalam dunia teknologi, EFLOPS (Exa Floating Point Operations Per Second) adalah satuan untuk mengukur performa komputasi superkomputer. Satu EFLOPS setara dengan satu kuintiliun operasi per detik.
Sebagai gambaran, komputer pribadi umumnya hanya mampu memproses beberapa miliar operasi per detik. Sementara sistem dengan performa ratusan EFLOPS dapat menjalankan simulasi iklim global, riset obat dan genetika, pengembangan model AI generatif, hingga desain industri berskala raksasa.
Dengan kapasitas lebih dari 150 EFLOPS, Guizhou kini berada dalam jajaran wilayah dengan daya komputasi tertinggi di dunia, sejajar dengan pusat-pusat teknologi termaju di Amerika Serikat dan Eropa.
Target 190 EFLOPS pada 2026
Ambisi Guizhou belum berhenti di situ. Pemerintah provinsi telah menetapkan target untuk meningkatkan daya komputasi hingga 190 EFLOPS pada 2026.
Target ini akan dicapai melalui pembangunan pusat data baru, modernisasi fasilitas lama, serta optimalisasi penggunaan teknologi komputasi AI yang lebih efisien. Selain itu, Guizhou juga berencana memperluas pemanfaatan energi terbarukan, seperti tenaga air dan tenaga surya, guna menopang kebutuhan listrik pusat data yang terus meningkat.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional China untuk menekan emisi karbon dan mendorong industri teknologi menuju konsep green computing.
Peran Strategis Guizhou bagi Masa Depan AI China
Pertumbuhan pesat kapasitas komputasi Guizhou menjadi sinyal kuat bahwa China serius menempatkan AI sebagai tulang punggung transformasi digital nasional. Infrastruktur yang kokoh memungkinkan riset dan pengembangan teknologi dilakukan lebih cepat dan dalam skala yang jauh lebih besar.
Ke depan, Guizhou diproyeksikan menjadi pusat utama untuk pengembangan mobil otonom, robotika, game berbasis AI, layanan kesehatan digital, hingga sistem kota pintar.
Bagi industri game dan esports, peningkatan daya komputasi ini juga membuka peluang besar, mulai dari pengembangan engine game berbasis AI, sistem anti-cheat cerdas, hingga cloud gaming dengan latensi rendah.
Dengan target 190 EFLOPS di depan mata, Guizhou bukan lagi sekadar provinsi di barat daya China, melainkan salah satu simbol ambisi global China dalam menguasai teknologi komputasi dan kecerdasan buatan.




