Ruang Press - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan bahwa toleransi antar-umat beragama harus diterapkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari, bukan sekadar menjadi slogan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Dominggus Mandacan dalam sambutannya pada acara Kopi Toleransi Vol 3 yang bertema "Merajut Harmoni dalam Toleransi" di aula Universitas Papua (Unipa), Manokwari, pada Sabtu malam.
Dominggus Mandacan menyatakan bahwa keberagaman suku, agama, adat istiadat, dan budaya merupakan fondasi utama yang mempersatukan masyarakat di Papua Barat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dia menekankan pentingnya menghargai perbedaan keyakinan sebagai ruang belajar untuk memperkaya wawasan kebangsaan, terutama bagi generasi muda.
Menurutnya, kegiatan seperti Kopi Toleransi memiliki peran penting dalam memperkuat kerukunan antar-umat beragama dan menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah masyarakat yang plural. Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada Wihara Buddha Prabha Manokwari, Keluarga Buddhayana Indonesia, dan seluruh panitia yang menyelenggarakan acara ini, yang menghadirkan narasumber lintas agama.
Acara Kopi Toleransi Vol 3 dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk pimpinan Unipa, Wakil Bupati Manokwari, dan tokoh agama serta masyarakat lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kerukunan beragama dan menciptakan kedamaian yang esensial untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat.