Ruang Press - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Perhubungan mempercepat pengembangan sistem transportasi terintegrasi. Pertemuan yang melibatkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah proyek strategis menjadi fokus diskusi, termasuk peningkatan layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, optimalisasi Bandara Dhoho Kediri, dan pengembangan Surabaya Regional Railway Line (SRRL). Ketiga program ini dianggap krusial untuk memperkuat konektivitas dan mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan sektor transportasi. Ia menyatakan bahwa program-program yang dibahas memiliki dampak strategis bagi masyarakat dan perekonomian Jawa Timur. Isu peningkatan kapasitas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menjadi perhatian utama, terutama terkait lonjakan kendaraan dan penumpang pada masa libur panjang.
Khofifah menjelaskan bahwa langkah koordinatif antar instansi akan memperbaiki kualitas pelayanan penyeberangan untuk mengurangi kepadatan yang terjadi pada periode tertentu. Selain itu, pengembangan Bandara Dhoho Kediri diharapkan dapat memperluas konektivitas wilayah selatan Jawa Timur, termasuk kemungkinan penerbangan langsung menuju Arab Saudi.
Pembangunan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) juga menjadi sorotan, dengan harapan proyek ini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan mengurangi kemacetan lalu lintas di kawasan aglomerasi Surabaya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan solusi untuk mengatasi kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Langkah yang diambil mencakup pembangunan dermaga baru dan pengoperasian kapal berkapasitas lebih besar. Dudy juga menyebutkan bahwa proyek SRRL telah memasuki tahap awal dengan penyusunan Detailed Engineering Design (DED) yang ditargetkan selesai pada tahun 2029.
Di sektor penerbangan, revitalisasi Bandara Internasional Juanda dan perkembangan Bandara Dhoho Kediri juga tengah dibahas, dengan harapan dapat melayani penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah. Dudy menegaskan komitmen Kementerian Perhubungan untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam percepatan berbagai proyek transportasi.