Gencatan Senjata Gagal dan Janji Trump Bikin Israel Leluasa Bunuh Warga Gaza
Sumber Foto: Spirit of Aqsa
Meja Pers

Gencatan Senjata Gagal dan Janji Trump Bikin Israel Leluasa Bunuh Warga Gaza

Ruang Press - Serangan militer Israel di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa, meski gencatan senjata yang disepakati pada 10 Oktober lalu seharusnya menghentikan kekerasan. Dalam insiden terbaru, tiga warga Palestina tewas, sementara sembilan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara dan tembakan sniper yang menyasar wilayah pemukiman sipil.

Awal Kejadian

Pada Selasa pekan ini, serangan dimulai ketika sebuah drone militer Israel menargetkan kerumunan warga di Bir Abu Salah, Al-Zawayda. Akibat serangan tersebut, Khamis Mahmoud Jwaifel, 47 tahun, tewas dan lima orang lainnya terluka. Beberapa jam kemudian, di Kota Residensial Hamad, Ali Yasser al-Adini, 28 tahun, juga tewas akibat tembakan sniper Israel.

Perkembangan

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa delapan korban baru dievakuasi dalam kondisi kritis dalam waktu 24 jam terakhir. Selain itu, IDF mengklaim bahwa mereka telah melikuidasi lima orang yang mereka sebut sebagai militan Palestina, dengan alasan bahwa mereka sedang merencanakan serangan terhadap pasukan Israel. Di tengah serangan yang terus berlanjut, tim penyelamat dan ambulans terhambat oleh tembakan peringatan dari militer Israel.

Kondisi Terakhir

Situasi di Gaza tetap memprihatinkan, dengan laporan bahwa serangan militer terus berlangsung, menghancurkan gedung-gedung dan fasilitas publik. Di sisi lain, delegasi Hamas sedang melakukan pertemuan di Ankara untuk mendiskusikan kondisi ini, menuntut agar komunitas internasional, khususnya pemerintah Donald Trump, lebih tegas dalam menanggapi pelanggaran gencatan senjata. Hamas juga menyoroti pelanggaran di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai bagian dari situasi yang lebih luas.