G2 Esports Raih Gelar LEC Versus 2026, Caps Terpilih sebagai MVP
Ruang Press - View Comments
Di Eropa, satu nama hampir selalu muncul ketika trofi diperebutkan: G2 Esports. Dan sekali lagi, sejarah terulang. Dalam grand final LEC Versus 2026, G2 menaklukkan rival sengit mereka, Karmine Corp, lewat pertarungan lima game penuh drama. Skor akhir 3-2 memastikan G2 mengangkat trofi sekaligus mengamankan tiket menuju First Stand 2026 di Brasil.
Kemenangan ini bukan sekadar gelar. Ini adalah bukti bahwa “Kings of Europe” belum turun takhta.
Final ke-10 Beruntun, Mental Juara Tak Pernah Luntur
LEC Versus 2026 menjadi final ke-10 beruntun bagi G2. Meski sempat tampil inkonsisten di regular season, mereka menemukan performa terbaik saat playoff dimulai — bahkan melaju ke final tanpa kehilangan satu game pun. Namun menghadapi Karmine Corp yang telah berevolusi menjadi kekuatan baru Eropa, G2 dipaksa bermain hingga game kelima.
Di hadapan lebih dari 15.000 penonton yang memadati arena di Badalona, atmosfer memuncak ketika Silver Scrapes menggema — tanda laga penentuan dimulai.
Game 1 & 2: Adaptasi Cerdas dan Baron Push Mematikan
KC membuka seri dengan tekanan early game khas mereka. Namun G2 menunjukkan kedewasaan makro.
Di Game 1, kesalahan KC yang menukar lane atas dengan tier-2 bot saat G2 memiliki potensi Baron push menjadi titik balik. Koordinasi ultimate Shen dan zoning teamfight rapi memberi kemenangan pertama untuk G2.
Game 2 berjalan dengan pola serupa. KC kembali unggul di awal, tetapi G2 membaca power spike komposisi mereka dengan presisi. Ketika Baron diamankan, KC terlalu pasif dan gagal melakukan cross-map trade.
G2 unggul 2-0 dan hanya berjarak satu kemenangan dari sapu bersih.
Game 3 & 4: KC Bangkit, Reverse Sweep Mengintai
Karmine Corp tidak menyerah. Draft agresif di Game 3 membuahkan hasil. Kesalahan individu G2 membuat KC mengontrol tempo dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Game 4 bahkan lebih dramatis. G2 sebenarnya unggul objektif dan gold sepanjang pertandingan. Namun satu kesalahan positioning membuka peluang engage sempurna dari KC yang memaksa seri berlanjut ke Game 5. Reverse sweep terasa nyata.
Game 5: Backdoor Legendaris Akhiri Perlawanan
Game penentuan berlangsung selama 46 menit penuh tekanan. Kedua tim bertukar objektif dan teamfight dalam duel berdarah. Draft G2 penuh crowd control dan scaling kuat. Meski keunggulan gold tipis, stacking dragon dan Baron buff memberi mereka statistik tambahan krusial di late game.
Momen klimaks datang saat KC terlalu fokus pada teamfight tengah. BrokenBlade dan rekan setimnya memanfaatkan celah untuk melakukan backdoor yang menentukan. Nexus KC hancur. Arena meledak. G2 resmi juara.

Caps: Mr. LEC dengan 16 Gelar
Tak lengkap membahas G2 tanpa menyebut Rasmus Winther. Caps kembali menunjukkan kelasnya. Permainan Anivia di Game 5 menjadi penopang utama G2 saat situasi genting. Clutch play demi clutch play memastikan timnya tetap hidup.

Dengan kemenangan ini, Caps mengoleksi 16 gelar LEC — rekor tertinggi di region EMEA — sekaligus menambah koleksi Finals MVP. Hampir satu dekade berkarier di LEC, ia tetap menjadi standar emas mid lane Eropa.
Menuju First Stand 2026
Kemenangan ini juga menjadi balas dendam manis. Tahun lalu, G2 gagal merebut tiket First Stand dari KC. Kini mereka memastikan diri sebagai wakil EMEA menuju panggung internasional.
Di Brasil nanti, Caps berpotensi kembali berhadapan dengan mid laner elite dunia seperti Chovy — duel yang sudah dinantikan penggemar global.
LEC Versus 2026 menunjukkan satu hal penting: Eropa semakin kompetitif. KC berkembang pesat, tim-tim baru terus naik, tetapi G2 masih menjadi patokan. Dengan organisasi yang kini mengoleksi 18 gelar domestik, G2 sekali lagi membuktikan bahwa dinasti mereka belum runtuh.
Dan jika sejarah menjadi indikator, ketika playoff tiba — G2 selalu menemukan cara untuk menang.
Ikuti terus berita terbaru League of Legends di Ligagame! Kunjungi Instagram @ligagame_tv dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.
Baca selanjutnya:
Setelah Belasan Purnama, Voice Chat Akhirnya Hadir di League of Legends!
back to top
BERITA REKOMENDASI
Daftar Lengkap Tim Lolos VALORANT Masters London 2026, Format Turnamen hingga Kisah Mengejutkan
Meta Ubah Kacamata AI Jadi Platform Digital, Game hingga Streaming Segera Hadir
Kebijakan Unik Krafton Berhasil: Bayar Karyawan Rp1 Miliar untuk Punya Anak, Kelahiran Langsung Naik Drastis!
Review Forza Horizon 6, Evolusi Balapan Open World dengan Nuansa Jepang yang Memukau!




