Finalis Jegeg Bagus Klungkung Tampilkan Advokasi Pariwisata dalam Konferensi Pers
Sumber Foto: NUSABALI.com
Hukum

Finalis Jegeg Bagus Klungkung Tampilkan Advokasi Pariwisata dalam Konferensi Pers

SEMARAPURA, NusaBali.com - Finalis Jegeg Bagus Klungkung paparkan advokasi terkait kepariwisataan pada Minggu (1/3) malam dalam sebuah konferensi pers 10 finalis Jegeg Bagus di Taman Alit, Dian’s Garden, Desa Gelgel, Klungkung, Minggu (1/3) malam.

Momentum ini menjadi panggung awal bagi para finalis untuk menampilkan kapasitas diri, sekaligus menguji kedalaman gagasan mereka dalam merespons isu-isu kepariwisataan di Kabupaten Klungkung.

Acara dibuka dengan penampilan Opening Dance dari 10 finalis Jegeg Bagus Klungkung 2026. Dengan balutan busana serba hitam yang elegan, para finalis tampil percaya diri, menghadirkan kesan awal yang kuat sebelum memasuki sesi utama.

Ketua Panitia Pemilihan Jegeg Bagus Klungkung 2026, Kadek Deni Guniawan Bandem, menjelaskan seluruh proses telah dimulai sejak akhir Desember 2025 melalui pembentukan panitia. Selanjutnya, panitia melakukan roadshow ke sejumlah sekolah di Kabupaten Klungkung untuk menjaring minat generasi muda, baik dari kalangan pelajar SMA maupun mahasiswa.

Pendaftaran dibuka pada 1 hingga 18 Januari 2026. Setelah itu, tahapan seleksi dilaksanakan pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026. Para peserta yang lolos kemudian mengikuti prakarantina yang digelar secara berkala setiap akhir pekan sebagai bagian dari pembinaan awal, hingga sampai pada momen konferensi pers ini.

“Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini kami menambahkan beberapa tahapan, termasuk konferensi pers sebagai ruang uji publik bagi para finalis,” ujar Deni.

Selain itu, panitia juga telah menyiapkan rangkaian kegiatan lanjutan, mulai dari outbound hingga karantina yang dijadwalkan berlangsung 21-23 April 2026. Sementara malam penampilan (talent night) akan digelar pada 25 April 2026 dan puncak grand final dijadwalkan pada 29 April 2026.

Pada tahun ini, ajang Jegeg Bagus Klungkung mengusung tema 'Wiranam Klungkung Dipa Mandalaning Budaya. Tema ini mengandung makna bahwa Jegeg Bagus Klungkung diharapkan menjadi cahaya atau penerang dalam menjaga serta menguatkan posisi Klungkung sebagai pusat peradaban budaya, sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata yang berakar pada nilai-nilai lokal.

Dalam sesi inti, masing-masing finalis diberikan kesempatan untuk memaparkan advokasi di atas panggung. Menariknya, mayoritas finalis mengangkat isu-isu aktual yang berkembang di sektor pariwisata Klungkung. Mulai dari persoalan lingkungan, pelestarian budaya, hingga dinamika sosial yang muncul seiring perkembangan pariwisata.

Setiap finalis tidak hanya memaparkan persoalan, tetapi juga menawarkan solusi dengan pendekatan yang beragam. Penyampaian dilakukan secara lugas, komunikatif, dan menunjukkan pemahaman yang cukup mendalam terhadap kondisi riil di lapangan.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab yang melibatkan media, undangan, serta pertanyaan dari masyarakat melalui media sosial. Dinamika diskusi berlangsung hidup, sekaligus menjadi indikator kesiapan para finalis dalam menghadapi peran sebagai duta pariwisata.

Deni menambahkan, pada tahun ini sistem seleksi juga diperkuat menjadi tiga tahapan, yakni tes tulis dan bakat, psikotest dan Focus Group Discussion (FGD), serta wawancara. Skema ini dinilai lebih komprehensif dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya melalui dua tahapan seleksi.

Dengan proses yang lebih matang tersebut, panitia berharap para finalis terpilih nantinya tidak hanya mampu tampil secara seremonial, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam mempromosikan potensi pariwisata Klungkung secara berkelanjutan. “Klungkung memiliki banyak destinasi dengan potensi besar yang perlu terus diangkat. Kami berharap para finalis mampu melanjutkan program promosi pariwisata secara konsisten selama masa tugasnya,” ujarnya.