Tim Advokasi Ungkap 16 Pelaku Terorganisir dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus
Ruang Press - Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) membeberkan temuan terbaru terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus pada Senin (30/03/2026).
Mereka menduga kuat ada setidaknya 16 pelaku yang terlibat secara terorganisir dalam kejadian tersebut.
Baca: Komnas HAM Panggil Petinggi TNI, Dalami Penyidikan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Andrie Yunus
TAUD juga menyoroti penggunaan alat berteknologi khusus yang disebut tidak dapat diakses publik dan mengindikasikan pola operasi intelijen.
Selain jumlah pelaku lapangan yang diperkirakan mencapai sedikitnya 16 orang, hal itu juga terlihat dari pola pergerakan mereka, mulai dari penguntitan, eksekusi, hingga pascapenyiraman.
Selain itu, diduga terdapat aktor intelektual yang menjadi dalang di balik operasi tersebut, meski tidak berada langsung di lapangan.
Baca: KontraS Temukan Sedikitnya 16 Orang Terlibat di Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Dari berbagai rekaman kamera pemantau, keenam belas orang tersebut diduga saling bertemu dan berkomunikasi secara berkesinambungan.
Beberapa yang teridentifikasi adalah dua pelaku penyiraman yang berangkat dari kawasan Jalan Panglima Polim menuju Jakarta Pusat, tepatnya ke sekitar kantor YLBHI di Jalan Diponegoro.
Selain itu, tampak pula sejumlah pelaku lain yang diduga mengawasi kantor YLBHI saat Andrie Yunus berada di lokasi.
Baca: YLBHI Nilai Pelimpahan Kasus Air Keras Andrie Yunus dari Polisi ke Puspom TNI Dinilai Cacat Hukum
Beberapa titik yang disebut menjadi lokasi pemantauan adalah kawasan seberang kantor YLBHI dan tepi jalan di sekitar Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Nila
Video Production: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Sumber: Tribun Video
Tags
#TRIBUNNEWS UPDATE #advokasi #intelijen #Penyiraman #air keras #Kontras #Andrie Yunus
VIDEO TERKAIT
Tribunnews Update
Kejagung Dalami Dugaan Mark Up Pengadaan Motor Listrik dan Sepatu yang Menyeret Dadan Cs
7 hari lalu
Tribunnews Update
Selat Hormuz Memanas! Mengapa Amerika Menargetkan Pulau Qeshm Milik Iran?
7 hari lalu
Tribunnews Update
Perundingan Nuklir Terancam Gagal, Iran dan AS Kian Bersitegang di Hari ke-96 Konflik
7 hari lalu
Tribunnews Update
Eskalasi Konflik AS-Iran Guncang Pasar Energi, Harga Minyak Brent Tembus Level Tertinggi
7 hari lalu
Tribunnews Update
5 Kali Trump Murka kepada Netanyahu, dari Kebijakan Gaza hingga Krisis Iran
7 hari lalu




