Film Komedi-Horor 'Beneran Horor' Selesai Syuting, Siap Tayang 2026
Jakarta — Rumah produksi B7 Production resmi merampungkan seluruh proses pengambilan gambar film komedi-horor terbarunya berjudul *Beneran Horor*. Penyelesaian syuting tersebut dirayakan melalui acara Wrap-Up Press Conference sekaligus Kick-off Campaign yang digelar di KOAT Coffee, Menteng Dalam, Jakarta Selatan.
Acara ini menjadi penanda dimulainya rangkaian promosi film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026. Produser *Beneran Horor*, Bob Seven, mengatakan bahwa momen syukuran ini bukan sekadar perayaan akhir produksi, tetapi juga langkah awal untuk mendekatkan film kepada calon penonton.
“Syukuran ini sekaligus menandai dimulainya kampanye film. Kami juga menggandeng Make it Project untuk menghadirkan pengalaman berbeda melalui platform Roblox, agar film ini bisa menjangkau penonton dengan cara yang lebih segar,” ujar Bob Seven kepada awak media, Kamis (6/2/2026).
Film *Beneran Horor* mengangkat kisah Joe, seorang sutradara yang diperankan Bucek. Bersama kru filmnya, Joe melakukan proses syuting di sebuah pulau terpencil. Namun kesalahan fatal membuat mereka mendarat di lokasi yang keliru—sebuah wilayah misterius yang ternyata dihuni makhluk-makhluk yang tidak seharusnya diganggu.
Situasi kian absurd ketika kru film tersebut justru mengira para “penghuni” pulau sebagai figuran tambahan yang dipanggil oleh Opie, karakter yang diperankan Opie Kumis. Tanpa menyadari ancaman di baliknya, mereka memperlakukan makhluk-makhluk tersebut layaknya pemain figuran biasa, memicu rangkaian peristiwa horor yang dibalut komedi.
Disutradarai oleh Anto Tanjung dan diproduseri Bob Seven, *Beneran Horor* menawarkan pendekatan komedi yang bertumpu pada situasi, bukan lelucon verbal semata. Anto Tanjung menjelaskan bahwa keseimbangan antara horor dan humor menjadi kekuatan utama film ini.
“Kami tidak mengejar komedi yang dipaksakan. Yang kami bangun adalah situasi. Dari situ, komedinya muncul secara alami meskipun latarnya horor. Komedi dan horor punya basis penonton yang berbeda, dan kami ingin merangkul keduanya,” kata Anto.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses syuting kerap menuntut penyesuaian ritme, khususnya bagi pemain yang berlatar belakang komedi panggung. Beberapa adegan bahkan sempat ditunda demi mendapatkan suasana yang tepat. Anto secara khusus menyoroti performa Riyuka Bunga yang dinilai berhasil mengeksplorasi komedi gestur secara kuat dalam nuansa horor.
Dari sisi pemain, Bucek membagikan pengalaman uniknya selama proses syuting yang dilakukan di kawasan Ujung Genteng, Jawa Barat—lokasi yang dikenal memiliki aura mistis.
“Buat saya, film ini seperti 22 hari bersama Nyi Roro Kidul. Lokasinya terkenal angker, syuting kadang sampai jam tiga atau lima pagi. Tapi justru di situ serunya, capeknya jadi kenangan,” tutur Bucek.
Ia menambahkan, penggunaan improvisasi membuat dialog dan situasi dalam film terasa lebih natural. Bucek berharap pendekatan tersebut bisa membuat penonton yang biasanya enggan menonton film horor tetap merasa terhibur.
Film ini menghadirkan kolaborasi lintas generasi dengan jajaran pemain yang beragam. Selain Bucek, Opie Kumis, dan Joe P Project, *Beneran Horor* juga dibintangi maestro pantomim Septian Dwi Cahyo. Deretan komedian kekinian seperti Maell Lee, Jenda, Mamang Osa, Davi Siumbing, Anyun Cadel, Faizal Agung, dan Rian Nekuk turut meramaikan film ini.
Sementara itu, sentuhan generasi muda dihadirkan melalui Berliana Lovell, Adel Reva, Putri Ziani, Sandy William, Van Jhov, dan Andrie Tawaqal. Nama-nama lain seperti Lurus Mardan, Pasha Van Krab, Hanif Bulbul, Dewi Margie, serta Carissa Inara Chundinata juga memperkuat jajaran pemain.
Associate Producer *Beneran Horor*, Saman Profozia, menyampaikan harapannya agar film ini mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Harapan kami sederhana, film ini ditonton banyak orang, disukai penonton, dan mendapat respons yang baik,” ujarnya.
Saat ini *Beneran Horor* telah memasuki tahap pascaproduksi. Dengan perpaduan horor dan komedi, kolaborasi lintas generasi, serta strategi promosi kreatif lintas platform, film ini diharapkan mampu menghadirkan warna baru di industri perfilman Tanah Air pada 2026.




