Evaluasi Setahun Pramono-Rano: Tantangan Transportasi dan Pembenahan Parkir Liar
Ruang Press - TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Setahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno mendapat sejumlah catatan kritis dari Analis Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah.
Meski program integrasi transportasi berjalan, persoalan pembiayaan hingga kebocoran pendapatan daerah disebut masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Trubus menilai konektivitas antarmoda, termasuk rute TransJakarta hingga kota penyangga, merupakan langkah positif.
Namun, ia mengingatkan agar pembiayaannya tidak sepenuhnya dibebankan kepada APBD DKI Jakarta.
“Seharusnya pembiayaannya sifatnya itu berbagi. Artinya, ada persentasenya, jadi tidak semua pembiayaannya dari APBD DKI Jakarta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Subsidi TransJakarta Dinilai Timpang
Menurut Trubus, integrasi transportasi lintas wilayah seperti TransJabodetabek memang dibutuhkan.
Namun, ia menyoroti ketimpangan subsidi yang dinikmati warga luar Jakarta.
Ia mengungkapkan, besaran subsidi hingga mencapai Rp 9.000 per penumpang yang harus ditanggung Pemprov DKI.
“Tiketnya kan masih 3.500. Itu kan kasihan sekali subsidi nya, karena normalnya itu kan 12.500,” katanya.
Trubus menilai warga yang tinggal dan membayar pajak di daerah penyangga seperti Bekasi dan Bogor turut menikmati subsidi tersebut.
“Masa bayar pajaknya di Bekasi mereka naik TransJakarta gratisan ke Jakarta. Kayaknya Jakarta yang biayain, kan itu kan enggak bener. Harusnya itu dipaksa mereka fifty-fifty gitu,” ujarnya.
Ia pun mendorong agar ada regulasi yang mewajibkan pemerintah daerah penyangga ikut berbagi beban anggaran transportasi.
Parkir Liar dan Potensi PAD Bocor
Selain transportasi, Trubus juga menyoroti potensi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD), terutama dari sektor parkir liar yang belum tertangani maksimal.
Menurutnya, masih banyak trotoar hingga kolong tol yang dimanfaatkan sebagai lahan parkir oleh kelompok tertentu.
“Masa Pemprov kalah sama preman? Iya itu lho, maksud saya jangan kalah sama preman gitu,” katanya.




